Mayoritas Pasien COVID-19 Klaster Secapa AD Bandung Tak Bergejala

Jum'at, 10 Juli 2020 - 02:45 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyatakan, mayoritas orang yang terjangkit dalam klaster baru di Pusat Pendidikan Secapa TNI AD Bandung, tidak bergejala. FOTO/DOK.BNPB
JAKARTA - Pusat Pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat (AD) di Bandung menjadi klaster baru penularan virus corona jenis baru, COVID-19 di Jawa Barat. Sebanyak 1.262 orang terdiri dari peserta didik dan pelatih diketahui positif terinfeksi virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China.

Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyatakan, mayoritas orang yang terjangkit dalam klaster baru di Pusat Pendidikan Secapa TNI AD Bandung, tidak bergejala. Hanya 17 orang yang dilaporkan bergejala ringan.



"Dari jumlah 1.262 kasus positif yang kita identifikasi, hanya ada 17 orang yang saat ini kita rawat dan kita lakukan isolasi di Rumah Sakit Dustira Cimahi karena ada keluhan, meskipun masih dalam derajat keluhan ringan," kata Yurianto saat konpers yang ditayangkan oleh akun Youtube BNPB, Kamis (9/7/2020). (Baca juga: TNI AD Terjun Langsung Lacak Sebaran COVID-19 Kluster Secapa AD )

Yurianto mendapat laporan bahwa 17 pasien corona klaster Secapa AD Bandung tersebut mengalami gejala ringan seperti demam, keluhan pernapasan, batuk, hingga agak sesak. Sementara sisanya, 1.245 orang yang berada dalam klaster Secapa AD Bandung, tidak mengalami keluhan apapun atau tak bergejala.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!