Syaikhu: Maulid Nabi Kuatkan Komitmen PKS Jadi Pelayan Rakyat
Senin, 05 Desember 2022 - 13:53 WIB
Selain menguatkan komitmen pelayanan, kata dia, menghidupkan sikap kedermawanan juga perlu untuk ditingkatkan dalam momentum peringatan Maulid Nabi. “Yang kedua kita meyakini bahwa dalam pelayanan sedemikian banyak masalah yang harus diselesaikan dan tidak memungkinkan masyarakat di sekitar menyelesaikannya sendiri, saya juga mengimbau kepada kita semua untuk mari kita hidupkan kedermawanan apa yang sudah dicontohkan oleh baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam," tuturnya.
Dia menuturkan, sifat kedermawanan ini sangat diperlukan dalam hari-hari ini “Dan mudah-mudahan ini menjadi bagian untuk memunculkan kecintaan diantara kaum mukmin dan sesama anak bangsa," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif mengatakan bahwa PKS memiliki banyak persamaan dengan Nahdlatul Ulama salah satunya dengan menyelenggarakan Maulid Nabi. "Saya meyakini betul bahwa kedatangan pada forum Maulid Nabi yang diniati secara ikhlas dan karena kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mampu menghilangkan perbedaan apalagi perpecahan," tutur Samsul.
Dia juga mengapresiasi usaha PKS untuk terus menghidupkan tradisi keilmuan dengan menggelar lomba baca Kitab Kuning yang melibatkan tokoh-tokoh NU. "Saya sering mendengar bahkan banyak warga NU yang dilibatkan tidak hanya sekadar maulidan tetapi juga kegiatan baca kitab kuning di acara PKS, banyak ustaz-ustaz NU diminta untuk membaca karangan hadratus Syekh Hasyim Ashari terutama yang terkait dengan risalah ahli Sunnah Wal Jamaah jadi Insya Allah semakin banyak persamaan antara NU dengan PKS," ujar Samsul.
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan dalam rangka meneladani Nabi Muhammad, perlunya menerapkan nilai-nilai Al Qur'an dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang telah Nabi Muhammad SAW contohkan. Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah itu juga mengingatkan akan pentingnya menjaga persatuan, karena dengan persatuan yang kuat maka kemenangan akan terwujud.
Dia menuturkan, sifat kedermawanan ini sangat diperlukan dalam hari-hari ini “Dan mudah-mudahan ini menjadi bagian untuk memunculkan kecintaan diantara kaum mukmin dan sesama anak bangsa," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif mengatakan bahwa PKS memiliki banyak persamaan dengan Nahdlatul Ulama salah satunya dengan menyelenggarakan Maulid Nabi. "Saya meyakini betul bahwa kedatangan pada forum Maulid Nabi yang diniati secara ikhlas dan karena kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mampu menghilangkan perbedaan apalagi perpecahan," tutur Samsul.
Dia juga mengapresiasi usaha PKS untuk terus menghidupkan tradisi keilmuan dengan menggelar lomba baca Kitab Kuning yang melibatkan tokoh-tokoh NU. "Saya sering mendengar bahkan banyak warga NU yang dilibatkan tidak hanya sekadar maulidan tetapi juga kegiatan baca kitab kuning di acara PKS, banyak ustaz-ustaz NU diminta untuk membaca karangan hadratus Syekh Hasyim Ashari terutama yang terkait dengan risalah ahli Sunnah Wal Jamaah jadi Insya Allah semakin banyak persamaan antara NU dengan PKS," ujar Samsul.
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan dalam rangka meneladani Nabi Muhammad, perlunya menerapkan nilai-nilai Al Qur'an dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang telah Nabi Muhammad SAW contohkan. Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah itu juga mengingatkan akan pentingnya menjaga persatuan, karena dengan persatuan yang kuat maka kemenangan akan terwujud.
Lihat Juga :