Potensi BUMN Kesehatan sebagai Penopang Ekonomi Nasional
Jum'at, 10 Juli 2020 - 07:09 WIB
Kebijakan New Normal
Sejak Juni 2020 beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, telah melakukan pelonggaran terhadap karantina wilayah. Dalam istilah yang dipopulerkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebut new normal life (NNL), dalam arti masyarakat di beberapa wilayah yang mengalami penurunan jumlah kasus diberi pelonggaran dan masyarakat sudah diizinkan beraktivitas di luar rumah, tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat.
Protokol dimaksud ialah tetap diharuskan menjaga jarak (social distancing), memakai masker bila keluar rumah, mencegah kerumunan orang banyak, dan tetap menjaga kebersihan tubuh dengan senantiasa mencuci tangan dengan sabun. Namun, melihat data epidemiologi, masih sangat jelas bahwa Covid-19 akan senantiasa berada di sekeliling kita dan akan tetap menjadi ancaman kesehatan dunia. Berarti Covid-19 akan senantiasa menjadi ancaman dunia, selama belum ditemukan vaksin untuk mencegah infeksi virus yang berbahaya dan mematikan ini.
Potensi BUMN Kesehatan
Mencermati perkembangan dan kondisi ekonomi global dan nasional Indonesia, seharusnya pemerintah melakukan strategi khusus untuk mengantisipasi kondisi suram ini sehingga kondisi ekonomi Indonesia tidak terjatuh ke jurang terdalam. Salah satu potensi terbesar dalam kondisi pandemi Covid-19 yang menjadi pencetus resesi ekonomi global adalah mewabahnya korona yang belum ketahuan kapan akhirnya. Tentu untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan perhatian khusus terhadap kebutuhan (demand) konsumen, baik dalam jangkauan domestik maupun nasional, karena dapat dipastikan masyarakat akan semakin selektif dan berhati-hati dalam mengalokasikan anggarannya.
Namun, dalam sudut pandang tertentu, justru masyarakat dunia, termasuk Indonesia, akan menjadikan kebutuhan kesehatan, obat-obatan, alat kesehatan, dan pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama. Sudut pandang ini dapat menjadikan usaha di bidang kesehatan merupakan kebutuhan primer, kebutuhan pokok yang sangat urgen yang tidak bisa ditunda.
Sejak Juni 2020 beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, telah melakukan pelonggaran terhadap karantina wilayah. Dalam istilah yang dipopulerkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebut new normal life (NNL), dalam arti masyarakat di beberapa wilayah yang mengalami penurunan jumlah kasus diberi pelonggaran dan masyarakat sudah diizinkan beraktivitas di luar rumah, tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat.
Protokol dimaksud ialah tetap diharuskan menjaga jarak (social distancing), memakai masker bila keluar rumah, mencegah kerumunan orang banyak, dan tetap menjaga kebersihan tubuh dengan senantiasa mencuci tangan dengan sabun. Namun, melihat data epidemiologi, masih sangat jelas bahwa Covid-19 akan senantiasa berada di sekeliling kita dan akan tetap menjadi ancaman kesehatan dunia. Berarti Covid-19 akan senantiasa menjadi ancaman dunia, selama belum ditemukan vaksin untuk mencegah infeksi virus yang berbahaya dan mematikan ini.
Potensi BUMN Kesehatan
Mencermati perkembangan dan kondisi ekonomi global dan nasional Indonesia, seharusnya pemerintah melakukan strategi khusus untuk mengantisipasi kondisi suram ini sehingga kondisi ekonomi Indonesia tidak terjatuh ke jurang terdalam. Salah satu potensi terbesar dalam kondisi pandemi Covid-19 yang menjadi pencetus resesi ekonomi global adalah mewabahnya korona yang belum ketahuan kapan akhirnya. Tentu untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan perhatian khusus terhadap kebutuhan (demand) konsumen, baik dalam jangkauan domestik maupun nasional, karena dapat dipastikan masyarakat akan semakin selektif dan berhati-hati dalam mengalokasikan anggarannya.
Namun, dalam sudut pandang tertentu, justru masyarakat dunia, termasuk Indonesia, akan menjadikan kebutuhan kesehatan, obat-obatan, alat kesehatan, dan pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama. Sudut pandang ini dapat menjadikan usaha di bidang kesehatan merupakan kebutuhan primer, kebutuhan pokok yang sangat urgen yang tidak bisa ditunda.
Lihat Juga :