Tak Suka Bangun Gedung Mewah, Kode Jokowi Dinilai Pas untuk Ganjar

Senin, 28 November 2022 - 19:45 WIB
Sedangkan contoh lain ketika Ganjar membangun sekolah khusus untuk siswa dari keluarga tidak mampu. Sekolah Bernama SMK Jawa Tengah itu dibangun di Kota Semarang, Purbalingga, dan Pati. Semua siswa di tiga sekolah ini dari warga tidak mampu. Seluruh biaya belajar dari buku, seragam, bahkan asramanya gratis.

Baca juga: Jokowi Ungkap Kriteria Pemimpin Itu Berambut Putih, Relawan: Identik Ganjar Pranowo

"Ketika lulus pun masih dicarikan kerja di perusahaan bonafide, ada yang sampai ke Jepang juga. Setelah kerja siswa ini langsung mengangkat ekonomi keluarganya karena gajinya bagus. Jadi dari bangun sekolah, Ganjar menarget pengentasan kemiskinan," ucapnya.

Di samping itu, Ganjar juga sering turun ke bawah menemui masyarakat. Program-program seperti tidur di rumah warga, gubernur mengajar, ngopi bareng warga desa, menggambarkan kedekatan gubernur dengan rakyatnya.

Fahlesa melanjutkan, dari sisi ekonomi Ganjar merevitalisasi 80-an pasar tradisional, membangun jalan-jalan desa untuk memudahkan akses produk pertanian. "Dia (Ganjar) bikin juga itu pembiayaan usaha dengan bunga ringan dan program promosi UMKM di Lapak Ganjar," katanya.

Menurutnya, program-program tersebut sebenarnya secara teori popularitas tidak menguntungkan Ganjar. Sebab, publik umum lebih menyorot kepala daerah yang punya program mercusuar atau membangun gedung-gedung besar. Kepala daerah yang tak membangun gedung megah atau yang berbentuk fisik, dianggap tidak berprestasi karena legacy-nya tidak terlihat. Namun, Ganjar tidak peduli itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!