Menko PMK: PHK Industri Padat Karya Berpotensi Capai 2 Juta di 2023
Senin, 21 November 2022 - 11:10 WIB
Muhadjir menyatakan akibat konflik yang terjadi di Ukraina dan Rusia menyebabkan kebutuhan produk seperti sepatu dan juga garmen menurun di negara Eropa. Akibat konflik Ukraina sama Rusia pasar sedang terjun bebas terutama di Eropa. "Jadi sekarang Eropa itu tidak beli baju, juga tidak beli sepatu. Tapi beli gas sama-sama setrum listrik, sama makan, sama untuk kebutuhan makan, sehingga turun drastis betul (ekspor),” paparnya.
Baca juga: Pesanan Sepatu Nike hingga Adidas Terjun Bebas, 25.700 Karyawan Kena PHK
Sehingga, Muhadjir mengungkapkan perusahaan harus menurunkan volume produksinya di bawah 60%. Hal ini, yang menyebabkan pengurangan tenaga kerja atau PHK. “PHK itu peluangnya katanya sekarang ini volume produksinya sudah di bawah 60%,” katanya
Muhadjir mengatakan beberapa perusahaan bahkan sudah ada yang memangkas jam kerjanya menjadi 3-4 hari, yang biasanya 7 hari kerja. Atas kondisi tersebut, dikhawatirkan akan menambah warga miskin baru. “Kalau tidak d iatasi, dikhawatirkan akan semakin banyak yang di PHK. Sehingga kalau itu terjadi akan menjadi kemiskinan baru. Dan ini kalau tidak segera kita atasi tahun depan 2023 ini bisa di atas 2 juta yang di PHK di sektor tekstil kemudian alas kaki dan dan garmen ini,” katanya.
Oleh karena itu, Muhadjir menilai semua pihak harus secara terkoneksi bisa menekan laju PHK di tengah ketidakpastian perekonomian akibat politik global. Termasuk oleh Muhammadiyah yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia.
Baca juga: Pesanan Sepatu Nike hingga Adidas Terjun Bebas, 25.700 Karyawan Kena PHK
Sehingga, Muhadjir mengungkapkan perusahaan harus menurunkan volume produksinya di bawah 60%. Hal ini, yang menyebabkan pengurangan tenaga kerja atau PHK. “PHK itu peluangnya katanya sekarang ini volume produksinya sudah di bawah 60%,” katanya
Muhadjir mengatakan beberapa perusahaan bahkan sudah ada yang memangkas jam kerjanya menjadi 3-4 hari, yang biasanya 7 hari kerja. Atas kondisi tersebut, dikhawatirkan akan menambah warga miskin baru. “Kalau tidak d iatasi, dikhawatirkan akan semakin banyak yang di PHK. Sehingga kalau itu terjadi akan menjadi kemiskinan baru. Dan ini kalau tidak segera kita atasi tahun depan 2023 ini bisa di atas 2 juta yang di PHK di sektor tekstil kemudian alas kaki dan dan garmen ini,” katanya.
Oleh karena itu, Muhadjir menilai semua pihak harus secara terkoneksi bisa menekan laju PHK di tengah ketidakpastian perekonomian akibat politik global. Termasuk oleh Muhammadiyah yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia.
(cip)
Lihat Juga :