Sosok Tjilik Riwut, Pahlawan Nasional yang Cetuskan Perpindahan Ibu Kota
Senin, 21 November 2022 - 05:33 WIB
Perjuangannya dimulai saat mengikuti rombongan ekspedisi dari pulau Jawa ke Kalimantan untuk membentuk barisan perjuangan di daerah yang sangat luas, rombongan tersebut mencari cara agar dapat berkomunikasi dengan berbagai suku di pelosok Kalimantan, salah satunya suku Dayak, guna menyatukan persepsi rakyat agar dapat menggalang persatuan dan kesatuan.
Tjilik Riwut bersama Presiden Soekarno. Foto/ist
Saat itu, Tjilik memimpin pasukan MN 1001 dan berhasil melaksanakan operasi terjun payung pertama kali dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 17 Oktober 1947. Peristiwa itulah yang di kemudian hari ditetapkan sebagai Hari Pasukan Khas TNI-AU.
Tjilik yang berpangkat Mayor TNI dan Marsekal Pertama Kehormatan TNI-AU, berhasil berjuang untuk mewakili 185 ribu rakyat, 142 Suku Dayak, 145 kepala kampung, 12 kepala adat, 3 panglima, 10 patih, serta 2 tumenggung dari berbagai pedalaman Kalimantan.
Dia juga menjadi perwakilan masyarakat Dayak untuk melakukan sumpah setia kepada Pemerintahan RI, di hadapan Presiden Soekarno secara adat pada 17 Desember 1947 di Gedung Agung Yogyakarta.
Sebagai seorang tentara, Tjilik turut terlibat dalam perang yang meliputi sebagian besar pulau Kalimantan dan Jawa. Beliau pun aktif di bidang politik dan ikut serta dalam jajaran pemerintahan Indonesia.
Tjilik Riwut bersama Presiden Soekarno. Foto/ist
Saat itu, Tjilik memimpin pasukan MN 1001 dan berhasil melaksanakan operasi terjun payung pertama kali dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 17 Oktober 1947. Peristiwa itulah yang di kemudian hari ditetapkan sebagai Hari Pasukan Khas TNI-AU.
Tjilik yang berpangkat Mayor TNI dan Marsekal Pertama Kehormatan TNI-AU, berhasil berjuang untuk mewakili 185 ribu rakyat, 142 Suku Dayak, 145 kepala kampung, 12 kepala adat, 3 panglima, 10 patih, serta 2 tumenggung dari berbagai pedalaman Kalimantan.
Dia juga menjadi perwakilan masyarakat Dayak untuk melakukan sumpah setia kepada Pemerintahan RI, di hadapan Presiden Soekarno secara adat pada 17 Desember 1947 di Gedung Agung Yogyakarta.
Sebagai seorang tentara, Tjilik turut terlibat dalam perang yang meliputi sebagian besar pulau Kalimantan dan Jawa. Beliau pun aktif di bidang politik dan ikut serta dalam jajaran pemerintahan Indonesia.
Lihat Juga :