Cerita Fahri Hamzah soal Capres Pilihan Bohir di Pilpres 2024

Selasa, 15 November 2022 - 16:21 WIB
Fahri Hamzah menilai sistem demokrasi di Indonesia selama beberapa waktu terakhir kerap terbalik. "Di Indonesia ini kacau, elektabilitas dulu baru nominasi. Padahal seharusnya tarung di nominasi dahulu baru elektabilitas," jelas Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah menilai upaya pembelahan dengan menggunakan politik identitas yang membuat masyarakat irasional juga nantinya justru malah akan membuat calon pemimpin yang terpilih tidak dapat bekerja dengan baik.

"Teori saya warisan masa marah, ada dua pihak, dari massa marah Islam memilih Anies Baswedan, dan massa marah nasionalis dari Ganjar. Semakin irasional pemilih, maka akan semakin jelek kualitas pekerjaan pemimpin yang terpilih. Apalagi 85 persen politik itu semua menikam dari belakang," tutup Fahri Hamzah.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!