Terobosan Industri Pertahanan dan Urgensi Dukungan Pemerintah
Senin, 07 November 2022 - 08:37 WIB
Sedangkan modernisasi alutsista yang paling menarik perhatian adalah programrefurbishmentkapal perang TNI AL dari beragam kelas, termasuk Sigma Class dan Bung Tomo Class.
Di luar bertumpuknya kabar menggembirakan itu, ada sejumlah kabar yang patut diapresiasi. Apa itu? Dalam gelaran tersebut sejumlah industri pertahanan Indonesia, baik yang tergabung dalam Defend.ID maupun industri swasta, menampilkan terobosan atau meneken kerja sama dengan industri asing untuk mengembangkan alutsista baru nan canggih untuk memenuhi kebutuhan TNI menjawab tantangan baru ke depan.
Dari matra laut, misalnya, PT PAL Indonesia menandatangani kerja sama dengan Diehl Defense dari Jerman untuk mengembangkan kapal selam tanpa awak. Melalui kerja sama ini PT PAL akan mendapatkan teknologi kunci di bidang sistem senjata utama bagi kapal selam, yakni torpedo.
Tak kalah gaharnya, PT PAL juga menggandeng PT Lundin Invest dan Konsberg dari Norwegia mengembangkan kapal serbu ringan (KSR) dengan berat 33 ton yang akan dilengkapi rudal NSM. Untuk Lundin, sebelumnya telah mengembangkan Tank Boat dan KCR Trimaran.
Terobosan lainnya adalah dilakukan oleh PT Pindad yang memamerkan drone kamikaze yang diberi nama Minibe. Drone ini akan sangat bermanfaat di era perang modern, seperti ditunjukkan drone kamikaze Iran, Shahed-136, yang digunakan Rusia menyerang sasaran strategis di Ukraina.
Sebelumnya, PT Dahana juga telah mengembangkan drone jenis sama yang diberi nama Rajata yang mampu mencari sasaran tanpa diketahui lawan.
Di luar bertumpuknya kabar menggembirakan itu, ada sejumlah kabar yang patut diapresiasi. Apa itu? Dalam gelaran tersebut sejumlah industri pertahanan Indonesia, baik yang tergabung dalam Defend.ID maupun industri swasta, menampilkan terobosan atau meneken kerja sama dengan industri asing untuk mengembangkan alutsista baru nan canggih untuk memenuhi kebutuhan TNI menjawab tantangan baru ke depan.
Dari matra laut, misalnya, PT PAL Indonesia menandatangani kerja sama dengan Diehl Defense dari Jerman untuk mengembangkan kapal selam tanpa awak. Melalui kerja sama ini PT PAL akan mendapatkan teknologi kunci di bidang sistem senjata utama bagi kapal selam, yakni torpedo.
Tak kalah gaharnya, PT PAL juga menggandeng PT Lundin Invest dan Konsberg dari Norwegia mengembangkan kapal serbu ringan (KSR) dengan berat 33 ton yang akan dilengkapi rudal NSM. Untuk Lundin, sebelumnya telah mengembangkan Tank Boat dan KCR Trimaran.
Terobosan lainnya adalah dilakukan oleh PT Pindad yang memamerkan drone kamikaze yang diberi nama Minibe. Drone ini akan sangat bermanfaat di era perang modern, seperti ditunjukkan drone kamikaze Iran, Shahed-136, yang digunakan Rusia menyerang sasaran strategis di Ukraina.
Sebelumnya, PT Dahana juga telah mengembangkan drone jenis sama yang diberi nama Rajata yang mampu mencari sasaran tanpa diketahui lawan.
Lihat Juga :