Cerita Produsen Alutsista Dalam Negeri Butuh 5 Tahun Raih Kepercayaan Paspampres

Rabu, 02 November 2022 - 22:56 WIB
"Sampai saat ini izin buat jamming itu belum bisa dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Tapi karena kita bernaungnya dibawah militer, jadi sah-sah aja, tapi secara legal kita harus didukung sama itu," sambung Romi.

Romi menambahkan, selain regulasi, produsen dalam negeri juga kerap kebingungan terkait minimnya kepercayaan publik. Sebab, produk mancanegara kerap dianggap lebih baik dari produk lokal. "Kedua, ya itu lagi, tingkat kepercayaan untuk produk-produk lokal masih rendah lagi ya," jelasnya.

"Sebagai contoh produk ini kita jalanin 5 tahun baru akhirnya dipercaya kontrak Paspampres. Itu pun setelah barang-barang si Paspampres itu sendiri sebelumnya dari Eropa, teruskan trouble-trouble padahal kan pembeliannya dalam nilai fantastis kan," paparnya.

Padahal, kata Romi penggunaan alutsista dalam negeri banyak manfaatnya. Terlebih, dalam hal perawatan hingga pemangkasan anggaran yang tak perlu berbelit belit.

"Kalau kita, karena kita di Indonesia, kemanapun VVIP pergi, karena domisili di Indonesia, kita bisa ganti (jika ada kerusakan), kita bisa segera fiks an masalahnya. Kedua karena memang tidak ada perbedaan teknologi yang besar, ini basic nya jammer, blocker dan Radar. Jadi sebenarnya kita bisa support ini full 100% kalau kita beli produk dari luar harus ada update software, update teknologi segala macam ongkosnya terlalu besar," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!