R20 untuk Kemanusiaan dan Peradaban
Selasa, 01 November 2022 - 20:49 WIB
R20: Tema, Konteks dan Signifikansi
Mencuatnya sejumlah problematika global dalam bidang politik dan ekonomi termasuk pandemi Covid-19 menggugah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas keagamaan terbesar di dunia untuk turut serta andil dalam menegaskan peran penting agama bagi kemanusiaan dan pembangunan peradaban.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berpendapat bahwa agama bisa menjadi solusi bagi persoalan global, jika agama mampu mendorong nilai-nilai moral dan spiritualnya untuk diresapkan ke dalam struktur politik dan ekonomi global sehingga akan mengarah kepada peradaban manusia yang diharapkan.
Hal inilah yang mendasari PBNU menggagas adanya forum Religion of Twenty (R20) yang dilaksanakan pada 2 sampai 3 November di Bali dengan menggandeng Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) atau Rabithah al-‘Alam al-Islami sebagai mitra resmi. Forum R20 ini juga menjadi salah satu rangkaian dari Presidensi G20 Indonesia atau The Group of Twenty (G20) di mana Indonesia menjadi tuan rumah.
Tema yang diangkat dalam forum Religion of Twenty (R20) ini adalah “Revealing and Nurturing Religion as a Source of Global Solutions: A Global Movement for Shared Moral and Spiritual Values”. Tema ini sangat menarik karena menuntut peran serta agama sebagai sumber inspirasi dan sekaligus solusi bagi persoalan global melalui nilai-nilai moral dan spiritual.
Hadirnya agama dalam memecahkan persoalan global merupakan ikhtiar sekaligus spirit dari momentum kebangkitan kedua (al-nahdah al-saniyyah) bagi Nahdlatul Ulama yang akan merayakan 1 abad kelahirannya pada tahun ini.
Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU bahkan memastikan penyelenggaraan R20 ini memiliki signifikansi yang sangat tinggi karena didesain berbeda dari forum dialog antaragama sebelumnya.
Pada fase sebelumnya dialog antaragama hanya berkutat pada diplomasi antartokoh agama saja sehingga tidak memberikan efek nyata terhadap kehidupan beragama di dunia. R20 akan menjadi sejarah dimulainya satu platform diskusi antarpemimpin agama yang lebih jujur dan lebih langsung menyasar masalah-masalah nyata yang ada.
Mencuatnya sejumlah problematika global dalam bidang politik dan ekonomi termasuk pandemi Covid-19 menggugah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas keagamaan terbesar di dunia untuk turut serta andil dalam menegaskan peran penting agama bagi kemanusiaan dan pembangunan peradaban.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berpendapat bahwa agama bisa menjadi solusi bagi persoalan global, jika agama mampu mendorong nilai-nilai moral dan spiritualnya untuk diresapkan ke dalam struktur politik dan ekonomi global sehingga akan mengarah kepada peradaban manusia yang diharapkan.
Hal inilah yang mendasari PBNU menggagas adanya forum Religion of Twenty (R20) yang dilaksanakan pada 2 sampai 3 November di Bali dengan menggandeng Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) atau Rabithah al-‘Alam al-Islami sebagai mitra resmi. Forum R20 ini juga menjadi salah satu rangkaian dari Presidensi G20 Indonesia atau The Group of Twenty (G20) di mana Indonesia menjadi tuan rumah.
Tema yang diangkat dalam forum Religion of Twenty (R20) ini adalah “Revealing and Nurturing Religion as a Source of Global Solutions: A Global Movement for Shared Moral and Spiritual Values”. Tema ini sangat menarik karena menuntut peran serta agama sebagai sumber inspirasi dan sekaligus solusi bagi persoalan global melalui nilai-nilai moral dan spiritual.
Hadirnya agama dalam memecahkan persoalan global merupakan ikhtiar sekaligus spirit dari momentum kebangkitan kedua (al-nahdah al-saniyyah) bagi Nahdlatul Ulama yang akan merayakan 1 abad kelahirannya pada tahun ini.
Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU bahkan memastikan penyelenggaraan R20 ini memiliki signifikansi yang sangat tinggi karena didesain berbeda dari forum dialog antaragama sebelumnya.
Pada fase sebelumnya dialog antaragama hanya berkutat pada diplomasi antartokoh agama saja sehingga tidak memberikan efek nyata terhadap kehidupan beragama di dunia. R20 akan menjadi sejarah dimulainya satu platform diskusi antarpemimpin agama yang lebih jujur dan lebih langsung menyasar masalah-masalah nyata yang ada.
Lihat Juga :