Waspada! 9 Wilayah Pesisir Ini Berpotensi Banjir Rob hingga 31 Oktober 2022
Kamis, 27 Oktober 2022 - 05:04 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir atau rob yang berpotensi terjadi di 9 wilayah pesisir Indonesia. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir atau rob yang berpotensi terjadi di 9 wilayah pesisir Indonesia. Peringatan dinii banjir rob ini hingga 31 Oktober 2022 mendatang.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo mengatakan banjir rob ini diakibatkan adanya fenomena bulan baru pada tanggal 25 Oktober 2022 dan Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) tanggal 29 Oktober 2022 berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Baca juga: Peringatan Gelombang Tinggi, BMKG Minta Nelayan Waspada
“Meski begitu, Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah,” ujar Eko dalam keterangan yang diterima, Rabu (26/10/2022).
Sementara itu, Eko mengatakan banjir rob ini secara umum akan berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” imbaunya.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo mengatakan banjir rob ini diakibatkan adanya fenomena bulan baru pada tanggal 25 Oktober 2022 dan Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) tanggal 29 Oktober 2022 berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Baca juga: Peringatan Gelombang Tinggi, BMKG Minta Nelayan Waspada
“Meski begitu, Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah,” ujar Eko dalam keterangan yang diterima, Rabu (26/10/2022).
Sementara itu, Eko mengatakan banjir rob ini secara umum akan berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” imbaunya.
Lihat Juga :