Tingkatkan Pengawasan, BPOM Targetkan 33 Sentra Farmakovigilans Aktif pada 2022

Senin, 06 Juli 2020 - 18:57 WIB
Demi mendukung penguatan farmakovigilans di Indonesia, BPOM telah bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam Project for Ensuring Drug and Food Safety sejak 2016. Melalui kerja sama ini, Badan POM dan JICA telah menyusun tiga modul farmakovigilans yang dapat digunakan sebagai bahan pelatihan farmakovigilans bagi pihak-pihak yang terkait, antara lain Modul Farmakovigilans Dasar, Modul Farmakovigilans untuk Industri Farmasi, dan Modul Farmakovigilans untuk Tenaga Kesehatan.

Pengembangan sentra, lanjut Rita, harus didukung dengan petugas yang berkompeten. Karena itu, BPOM aktif melakukan kegiatan, salah satunya berupa pelatihan atau workshop dengan narasumber dari BPOM, JICA, universitas, maupun perwakilan industri farmasi.

“Sebagai Pusat Farmakovigilans Nasional di Indonesia, Badan POM aktif melakukan kegiatan farmakovigilans untuk mendeteksi, menilai, memahami, dan mencegah efek samping atau masalah lainnya terkait penggunaan obat. Untuk itu, Badan POM tentunya perlu dukungan SDM yang unggul dan berkompeten untuk melaksanakan fungsi tersebut,” jelas Rita. (Baca juga: Sebanyak 9 Provinsi Laporkan Angka Kesembuhan COVID-19 di Atas 80%)

Berbagai materi dan pengetahuan yang diperoleh dari workshop tersebut diharapkan dapat diterapkan untuk mendukung peningkatan kapasitas BPOM dalam peningkatan perlindungan kesehatan masyarakat melalui pengawalan keamanan, khasiat, dan mutu obat beredar di Indonesia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!