Tangani Corona, Indonesia Perlu Belajar dari Korsel dan Taiwan

Senin, 06 Juli 2020 - 14:38 WIB
Taiwan juga melakukan pengembangan dan pemanfaatan teknologi melalui big data guna meningkatkan kualitas pelayanan termasuk mendorong pencegahan berbagai penyakit lewat layanan digital tersebut. Peserta yang ikut dalam National Health Insurance (NHI) memiliki kartu cerdas (smart card) yang berguna untuk menyimpan rekam medis, riwayat pengobatan dan pembayaran, serta mendapat informasi pencegahan penyakit dan sebagainya.

Sistem berbasis big data tersebut dikembangkan untuk mengetahui jejak pasien positif Covid-19. Data tersebut kemudian digunakan Rumah Sakit (RS) dalam hal pencegahan.

Demikian juga Korea Selatan. Memiliki pengalaman sebelumnya dari MERS dan SARS, seberapa awal tanggapan yang diberikan atau respons cepat pemeriksaan menjadi kunci penting dari penanganan pandemi di Korea.

Respons cepat itu meliputi pelacakan kontak, catatan kartu kredit, video pengawasan, dan wawancara pribadi untuk melakukan pelacakan kontak untuk mengingatkan orang-orang yang mungkin telah berinteraksi dengan pembawa virus. Selain itu, layanan drive thru pengujian COVID-19, akses mudah ke rumah sakit beserta fasilitas di pusat perawatan yang lengkap, komunikasi transparan kepada publik serta penggunaan dukungan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) yang inovatif.(Baca juga: Apjati Siap Sosialisasikan Protokol Penempatan PMI ke Mancanegara )

Rangkaian kebijakan yang dilakukan Taiwan dan Korea Selatan, menurut Vunny, telah menunjukkan bahwa belajar dari pengalaman merupakan landasan kuat dalam membuat kebijakan yang lebih baik untuk menghadapi kejadian serupa di kemudian hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!