Alarm Bersama dari Maraknya Banjir-Longsor

Kamis, 20 Oktober 2022 - 13:07 WIB
Selasa (11/10) lalu, kita terhenyak ketika mendapat kabar seorang mahasiswi IPB University terperosok dan akhirnya terhanyut kala melewati Jalan Dadali di Kota Bogor di waktu hujan deras melanda.

Minimnya infrastruktur pengamanan jalan membuat mahasiswi itu langsung hanyut masuk gorong-gorong bersama sepeda motornya. Jasad mahasiswi nahas itu baru ditemukan pada Minggu (16/10) di Jakarta Barat yang jaraknya sekitar 80 km dari lokasi kejadian.

Kasus hampir serupa terjadi Subang. Pemotor hanyut dan hilang saat melintas di jalan pinggir Sungai Ciasem, Desa Curugagung, Sagalaherang, saat hujan deras. Pada Senin (17/10) pemotor juga tertimpa pohon saat melintas di sebuah jalan di Cibinong, Bogor.

Kasus-kasus ini hanyalah secuil potret dugaan kekurangsiapsiagaan kita menghadapi kondisi buruk, termasuk bencana. Mungkin saja pemerintah daerah selama ini anteng-anteng saja karena merasa tak pernah kejadian setragis itu. Namun, semestinya ini bisa dicegah.

Lebih-lebih ke depan, dengan pendekatan teknologi big data seperti memadukan data prediksi cuaca dan sebagainya, maka seberapa tinggi genangan suatu jalan jika dilanda hujan deras sejatinya bisa diprediksi dini.

Demikian juga soal pohon rapuh dan tua, jika dikontrol rutin tentu musibah bisa dicegah. Lagi-lagi, ini jika memang perlu dipikirkan secara komprehensif dan serius.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!