Satuan Kavaleri Masih Relevan dalam Perang Moderen

Kamis, 13 Oktober 2022 - 14:27 WIB
Bahkan Iftitah mencermati adanya jenderal-jenderal tua Rusia yang telah purnawirawan harus diaktifkan lagi karena tidak ada yang mau bertempur di Ukraina. Berbeda dengan Rusia, kata Iftitah, warga Ukraina merelakan dirinya untuk ikut wajib militer membela negaranya.

Mantan Komandan Batalyon Kavaleri 4/Tank Kodam III Siliwangi ini juga merujuk kepada pelajaran dari Perang Dunia II. Salah satu kesuksesan Jerman dalam perang kilat adalah auftragstaktik. auftragstaktik adalah filosofi militer yang menekankan kepada pemberian ruang dan waktu kepada komandan bawahan, untuk mengambil sejumlah inisiatif.

Baca juga: Inggris Akan Pasok Ukraina Senjata Canggih untuk Lawan Rudal Rusia

Auftragstaktik adalah ruang kreasi komandan bawahan untuk melakukan sejumlah tindakan yang diyakininya akan mampu mencapai keberhasilan tugas pokok. Tentu tetap dalam koridor petunjuk perencanaan komandan atasannya.

"Jadi, komandan bawahan tidak selalu bertanya; Izin Komandan, mohon petunjuk, dalam setiap langkahnya. Cukuplah komandan atasan mengatakan: Ini misi yang harus dicapai, dalam waktu tertentu. Soal bagaimana mengeksekusinya diserahkan kepada komandan bawahan," katanya.

Namun Iftitah mengingatkan bahwa auftragstaktik tidak bisa seketika dijalankan. Harus dimulai dengan melakukan reformasi pendidikan militer di semua bidang. Auftragstaktik ditiru oleh Inggris dengan Mission Type Order dan Amerika Serikat dengan Mission Command. Ini diterapkan bukan hanya untuk para perwira Kavaleri, tetapi juga untuk seluruh kecabangan lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!