Begini Detik-detik Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 132 Orang Versi Komnas HAM
Rabu, 12 Oktober 2022 - 20:00 WIB
Anam berkata, tindakan tersebut sudah menjadi tradisi Aremania. Apalagi, terdapat pemain Arema yang asli Malang. "Teman-teman Arema itu datang menghampiri pemain, memeluk pemain, saling menangis, terutama pemain asli Malang yang besar dan lahir di Malang, besar di pembinaan klub Arema sampai masuk di Arema, itu pada menangis terus dipeluk dikasih semangat. Itu terkonfirmasi kami dapatkan informasinya demikian," ucapnya.
Baca juga: Komnas HAM Ngaku Kantongi Bukti Video Eksklusif Pintu 13 Stadion Kanjuruhan Terbuka
Hanya saja, aparat keamanan menembakan gas air mata ke arah suporter. Dari temuan awal investigasi Komnas HAM, tembakan gas air mata pertama kali meletup di tribun selatan pada pukul 22.08.59 WIB. Penembakan gas air mata itu membuat penonton berhamburan keluar stadion. Namun, pintu tribun tak muat untuk dijadikan akses keluar para suporter yang tengah panik.
"Kondisi pintu tribun terbuka, meski yang dibuka itu pintu kecil termasuk pintu tribun 10, 11, 12, 13, 14," terang Anam.
Dari ukuran pintu sleding door dengan luas sekitar 2,7 meter, yang terbuka hanya selaus 150 cm dengan tinggi 180 cm. "Ini (pintu yang dibuka) 75 cm, karena ada dua pintu yang dibuka, berarti 150 terus ada tiang tengah ini ada yang macet juga di sini 180 itu tinggingnya itu yang dibuka ke luar," terang Anam.
Baca juga: Komnas HAM Ngaku Kantongi Bukti Video Eksklusif Pintu 13 Stadion Kanjuruhan Terbuka
Hanya saja, aparat keamanan menembakan gas air mata ke arah suporter. Dari temuan awal investigasi Komnas HAM, tembakan gas air mata pertama kali meletup di tribun selatan pada pukul 22.08.59 WIB. Penembakan gas air mata itu membuat penonton berhamburan keluar stadion. Namun, pintu tribun tak muat untuk dijadikan akses keluar para suporter yang tengah panik.
"Kondisi pintu tribun terbuka, meski yang dibuka itu pintu kecil termasuk pintu tribun 10, 11, 12, 13, 14," terang Anam.
Dari ukuran pintu sleding door dengan luas sekitar 2,7 meter, yang terbuka hanya selaus 150 cm dengan tinggi 180 cm. "Ini (pintu yang dibuka) 75 cm, karena ada dua pintu yang dibuka, berarti 150 terus ada tiang tengah ini ada yang macet juga di sini 180 itu tinggingnya itu yang dibuka ke luar," terang Anam.
Lihat Juga :