MTQ Nasional ke-29, Menag: Alquran Sepatutnya Terus Dikenalkan kepada Generasi Muda
Senin, 10 Oktober 2022 - 22:48 WIB
Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag didapuk sebagai salah satu penyelenggara MTQ Nasional ke-29 tanggal 10-19 Oktober 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan. Foto/Istimewa
JAKARTA - Perhelatan akbar Musabaqah Tiwalatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-29 akhirnya kembali digelar. Pemerintah menggelar perhelatan ini setelah angka sebaran Covid-19 kian menurun bahkan Indonesia mulai memasuki masa endemi.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut MTQ sepatutnya dijadikan akselesator spirit Al-Qur'an agar terus melekat dengan kehidupan bangsa Indonesia. Karena, lanjut dia, Al-Qur'an sejatinya adalah gerbang menuju pembentukan peradaban manusia seutuhnya. Baca juga: Kafilah Jatim Berangkat MTQ di Banjarmasin, Khofifah Berharap Jadi Juara Umum
“Al-Quran memang sepatutnya terus dikenalkan kepada generasi muda, anak-anak bangsa para calon pemimpin sekaligus penerus masa depan sehingga Al-Qur’an senantiasa menjadi tradisi dan budaya nusantara, salah satunya dengan MTQ," ujar Menag Yaqut dalam siaran persnya, Senin (10/102022).
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyrakat (Bimas) Islam yang didapuk sebagai salah satu penyelenggara MTQ ke-29 tanggal 10-19 Oktober 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan, memastikan ribuan kontingen perwakilan daerah akan menunjukkan kemampuan serta kepiawaianya sebagai qori-qoriah dan hafid-hafiszah terbaik di Indonesia.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan sebagai wahana silaturahmi, pemantik sekaligus penyemangat minat baca Al-Qur’an, MTQ seyogianya dapat menggugah serta menggelorakan sisi-sisi religi dan semangat persatuan-kesatuan umat, sebagai bagian dari bangsa dan negara yang berketuhanan di dalam bingkai kebinekaan.
“MTQ bukan sekadar menjadi ajang pencarian qori-qoriah dan hafid hafidzah terbaik di negeri ini, akan tetapi perhelatan akbar ini, sejatinya adalah salah satu suatu bentuk nyata dari upaya konkret umat Islam dalam menggali, memaknai esensi, nilai-nilai luhur serta tauladan baik yang terkandung didalam Al-Qur’an, sebagai pedoman hidup-kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Kamaruddin.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut MTQ sepatutnya dijadikan akselesator spirit Al-Qur'an agar terus melekat dengan kehidupan bangsa Indonesia. Karena, lanjut dia, Al-Qur'an sejatinya adalah gerbang menuju pembentukan peradaban manusia seutuhnya. Baca juga: Kafilah Jatim Berangkat MTQ di Banjarmasin, Khofifah Berharap Jadi Juara Umum
“Al-Quran memang sepatutnya terus dikenalkan kepada generasi muda, anak-anak bangsa para calon pemimpin sekaligus penerus masa depan sehingga Al-Qur’an senantiasa menjadi tradisi dan budaya nusantara, salah satunya dengan MTQ," ujar Menag Yaqut dalam siaran persnya, Senin (10/102022).
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyrakat (Bimas) Islam yang didapuk sebagai salah satu penyelenggara MTQ ke-29 tanggal 10-19 Oktober 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan, memastikan ribuan kontingen perwakilan daerah akan menunjukkan kemampuan serta kepiawaianya sebagai qori-qoriah dan hafid-hafiszah terbaik di Indonesia.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan sebagai wahana silaturahmi, pemantik sekaligus penyemangat minat baca Al-Qur’an, MTQ seyogianya dapat menggugah serta menggelorakan sisi-sisi religi dan semangat persatuan-kesatuan umat, sebagai bagian dari bangsa dan negara yang berketuhanan di dalam bingkai kebinekaan.
“MTQ bukan sekadar menjadi ajang pencarian qori-qoriah dan hafid hafidzah terbaik di negeri ini, akan tetapi perhelatan akbar ini, sejatinya adalah salah satu suatu bentuk nyata dari upaya konkret umat Islam dalam menggali, memaknai esensi, nilai-nilai luhur serta tauladan baik yang terkandung didalam Al-Qur’an, sebagai pedoman hidup-kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Kamaruddin.
Lihat Juga :