Mengenal Sosok 3 Jenderal Bintang Lima di Indonesia

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 18:20 WIB
Setelah terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat 5 Oktober 1945, Soedirman lantas diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel.

Kemudian melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, dia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Lalu, pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden.

Artinya pria asal Rembang ini memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya.

2. Jenderal Besar A.H. Nasution

Abdul Haris Nasution atau lebih dikenal Jenderal A. H. Nasution dilahirkan pada tanggal 3 Desember 1918 di Desa Hutapungkut, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Setelah dibentuknya TKR, Nasution ditunjuk sebagai kepala staf komandemen TKR I/Jawa Barat dengan pangkat kolonel. Hingga pada 10 Desember 1949 dia diangkat sebagai kepala staf angkatan darat (KSAD).

Sepak terjang Nasution di militer memiliki sejumlah peran penting terkait sejarah Indonesia. Pada Agresi Militer Belanda I dia merupakan orang yang mencanangkan taktik gerilya dalam memimpin pasukan Siliwangi.

Selain itu Nasution juga menjadi satu-satunya Jenderal yang selamat dari peristiwa G30S. Dimana saat itu dia berhasil meloloskan diri dengan memanjat tembok.

Sayangnya sang anak Ade Irma Suryani dan Ajudannya, Pierre Tendean harus menjadi korban keganasan gerakan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!