Waspada! Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan hingga Besok
Selasa, 04 Oktober 2022 - 07:16 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 4-5 Oktober 2022. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 4-5 Oktober 2022.
BMKG mengatakan gelombang tinggi ini dipengaruhi adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot. “Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan timur Lampung dan perairan Merauke,” dalam keterangan yang diterima, Selasa (4/10/2022). Baca juga: BMKG Ingatkan Warga Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang Siang hingga Sore
Kondisi ini, kata BMKG, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25-2.5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan timur Pulau Simeulue-Kepualuan Mentawai, Teluk Lampung bagian selatan.
Kemudian, di Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Pulau Sawu-Pulau Rotte-Kupang, perairan Raja Ampat bagian utara, perairan Manokwari-Jayapura, Samudera Pasifik Utara Sorong-Jayapura, Laut Arafuru bagian timur, Laut Arafuru selatan Merauke.
BMKG mengatakan gelombang tinggi ini dipengaruhi adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot. “Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan timur Lampung dan perairan Merauke,” dalam keterangan yang diterima, Selasa (4/10/2022). Baca juga: BMKG Ingatkan Warga Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang Siang hingga Sore
Kondisi ini, kata BMKG, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25-2.5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan timur Pulau Simeulue-Kepualuan Mentawai, Teluk Lampung bagian selatan.
Kemudian, di Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Pulau Sawu-Pulau Rotte-Kupang, perairan Raja Ampat bagian utara, perairan Manokwari-Jayapura, Samudera Pasifik Utara Sorong-Jayapura, Laut Arafuru bagian timur, Laut Arafuru selatan Merauke.
Lihat Juga :