Gelar Haul KH Ageng Gribig, Airlangga Doakan Indonesia Terhindar dari Ancaman Krisis

Kamis, 15 September 2022 - 22:23 WIB
Selanjutnya, Airlangga bicara soal sosok Kiai Ageng Gribig yang dikenal dengan seorang Wali Besar pada zamannya. “Beliau konsisten berdakwah dengan penuh kelembutan, ramah namun tegas serta efektif menyentuh hati masyarakat,” ucapnya.

Menurut Airlangga, dakwah Kiai Ageng Gribig mudah diterima oleh masyarakat karena beliau adalah sosok yang mempunyai strategi dakwah unik. Salah satu cara dakwahnya adalah membagikan apem kepada masyarakat sambil membaca wirid “Yaa Qawiyu”.

Bagi Airlangga, kata “APEM” juga mempunyai makna dan filosofi tersendiri. A berarti Akar Sejarah yang kuat, berarti menjaga tradisi, budaya dan selalu menjaga warisan para pahlawan bangsa.

P berarti Persatuan dan kesatuan, yaitu menjaga dan menanamkan nilai-nilai toleransi untuk menjaga kerukunan dalam kebinekaan. E adalah ekonomi Kerakyatan, yaitu pembangunan ekonomi haruslah dipusatkan dan ditujukan untuk kemakmuran rakyat. M yakni Masyarakat yang Maju, Beragama dan Berakhlakul karimah.

“Nilai-nilai APEM inilah yang menjadi garis perjuangan saya di mana pun saya berada, dan selalu menjadi pedoman dalam menjalankan segala amanah yang saya emban,” kata Airlangga.

Nusron Wahid yang turut hadir dalam acara itu menyatakan, selama ini Airlangga memang rutin menggelar haul untuk para leluhurnya. "Beliau (Airlangga Hartarto) memang rutin menggelar haul untuk leluhurnya, Kiai Ageng Gribig, agar nilai atau spirit perjuangannya terus menginspirasi," kata Nusron Wahid.

Tema haul kali ini adalah Malam Grebeg Sebaran Apem Yaa Qowiyyu "Winayang Bajra Thrustaning Rat". Tradisi sebaran apem yang diadakan di Desa Jatinom, Klaten dalam Haul Kiahi Ageng Gribig diselenggarakan pada Jumat terakhir di bulan Safar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!