DPD Sebut Kepemimpinan dan Sains Kunci Atasi Pandemi Covid-19
Kamis, 02 Juli 2020 - 09:54 WIB
Dia menjelaskan kemampuan seorang pemimpin sesungguhnya diuji saat negara tersebut berada situasi tidak norma atau krisis. Tidak ada satu negara pun, bahkan negara maju sekalipun, yang siap menghadapi serangan virus Sars Cov-II.
Semua negara kalang kabut menghadapi Covid-19 ini. Virus Sars Cov-II menunjukkan atau membuka kerentanan semua negara dari sisi kesehatan. “Kalau kita lihat negara-negara yang berhasil menanggulangi adalah yang mempunyai sistem kesehatan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik,” terangnya putri dari politikus senior Partai Golkar Fahmi Idris itu.
Negara-negara yang berhasil mengendalikan Covid-19 itu ada yang menerapkan karantina wilayah (lockdown) dan tidak. Taiwan dan Korea Selatan mengandalkan tes massal, pelacakan, komunikasi publik yang baik, dan memanfaatkan teknologi untuk menghentikan mata rantai virus Sars Cov-II.
Ada yang sudah melalui krisis kesehatan karena pandemi Covid-19, tentu ada yang belum. Banyak negara yang masih pontang panting untuk mencari cara meredam ganasnya penyebaran Covid-19. “Negara-negara ini tidak hanya harus berjibaku menahan gelombang ekonomi yang terjun bebas. Akan tetapi menahan laju penambahan kasus yang hingga saat ini belum landai,” katanya.
Semua negara kalang kabut menghadapi Covid-19 ini. Virus Sars Cov-II menunjukkan atau membuka kerentanan semua negara dari sisi kesehatan. “Kalau kita lihat negara-negara yang berhasil menanggulangi adalah yang mempunyai sistem kesehatan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik,” terangnya putri dari politikus senior Partai Golkar Fahmi Idris itu.
Negara-negara yang berhasil mengendalikan Covid-19 itu ada yang menerapkan karantina wilayah (lockdown) dan tidak. Taiwan dan Korea Selatan mengandalkan tes massal, pelacakan, komunikasi publik yang baik, dan memanfaatkan teknologi untuk menghentikan mata rantai virus Sars Cov-II.
Ada yang sudah melalui krisis kesehatan karena pandemi Covid-19, tentu ada yang belum. Banyak negara yang masih pontang panting untuk mencari cara meredam ganasnya penyebaran Covid-19. “Negara-negara ini tidak hanya harus berjibaku menahan gelombang ekonomi yang terjun bebas. Akan tetapi menahan laju penambahan kasus yang hingga saat ini belum landai,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :