Pemerhati Politik: Partai Politik Harus Optimis Mengusung Calon Pemimpin Alternatif
Senin, 29 Agustus 2022 - 01:25 WIB
Menurut dia, perlu adanya upaya serius dari partai politik saat ini untuk mencari figur baru yang bukan sekedar populer, tetapi paham betul mengenai relevansi pembangunan Indonesia pasca 2024.
Banyak figur di luar partai politik yang perlu dicermati seperti Jimly Asshiddique untuk pembangunan demokrasi, Ilham Habibie untuk pengembangan teknologi, dan lainnya.
”Artinya partai politik membutuhkan cara pandang baru yang tidak konvensional dalam mengusung nama calon pemimpin, karena di luar partai, banyak sekali figur yang kompeten dan relevan dalam menjawab tantangan pembangunan,” tambahnya.
Senada dengan Ray, Arif Susanto dari Exposit Strategic menambahkan, Partai politik perlu lebih terbuka untuk melihat potensi pemimpin. Baca juga: Pilpres 2024, PDIP Tak Bakal Tergoda Manuver Elite Politik
Selain kriteria calon yang harus selaras nilai-nilai keIndonesiaan, wawasan elite juga tidak boleh terjebak eksklusivisme kepartaian.Sebab, pada akhirnya, Pemilu bicara bukan semata tentang peluang kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk melakukan transformasi kepemimpinan dan pembangunan nasional.
Banyak figur di luar partai politik yang perlu dicermati seperti Jimly Asshiddique untuk pembangunan demokrasi, Ilham Habibie untuk pengembangan teknologi, dan lainnya.
”Artinya partai politik membutuhkan cara pandang baru yang tidak konvensional dalam mengusung nama calon pemimpin, karena di luar partai, banyak sekali figur yang kompeten dan relevan dalam menjawab tantangan pembangunan,” tambahnya.
Senada dengan Ray, Arif Susanto dari Exposit Strategic menambahkan, Partai politik perlu lebih terbuka untuk melihat potensi pemimpin. Baca juga: Pilpres 2024, PDIP Tak Bakal Tergoda Manuver Elite Politik
Selain kriteria calon yang harus selaras nilai-nilai keIndonesiaan, wawasan elite juga tidak boleh terjebak eksklusivisme kepartaian.Sebab, pada akhirnya, Pemilu bicara bukan semata tentang peluang kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk melakukan transformasi kepemimpinan dan pembangunan nasional.
Lihat Juga :