Megawati: Banjir di Kalbar Sinyal Bumi Menderita Akibat Kebijakan Kita Sendiri

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 14:47 WIB
Hasto bercerita, pagi hari sebelum memulai kegiatannya, dirinya mendapat telepon dari Megawati. Ketua umum bercerita soal keprihatinannya atas banjir di beberapa wilayah di Kalbar. Bahkan, yang menasional adalah banjir di Sintang yang surutnya sangat lama. Megawati menjelaskan terlepas dari adanya global warming dan kenaikan air laut yang menekan sungai-sungai, namun ini sebenarnya adalah sinyal dari bumi. Bahwa bumi sedang menderita dan kebijakan kita mengabaikan lingkungan.

Baca juga: Hadapi Pemilu 2024, PDIP Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus BMI Kalbar

“Dengan banjir 5 hari tak surut, mengajarkan bahwa lingkungan alam di Kalbar telah memberi sinyal alam serius, terjadinya kerusakan alam,” katanya.

Karenanya, PDIP harus terdepan dalam mengatasi masalah itu. Selama ini, PDIP sudah melakukan Gerakan Menanam Bumi dan Menanam Pohon. Sebab tugas kader PDIP adalah gerakan merawat alam raya melakui penghijauan. Maka kepala-kepala daerah PDI Perjuangan yang di hulu sungai, punya tanggung jawab menjaga mata air.

”Kalau tidak, bisa musnah peradaban sungai kita. Kepala daerah harus mendorong moratorium hutan, jangan sedikit-sedikit beri izin hutan hanya untuk lahan sawit. Ingat, alam sudah memberi tanda. Ingat bahwa kita berpolitik membangun masa depan bagi anak dan cucu kita. Kalau kita tak pro lingkungan, tak merawat bumi, kualat kita. Sehingga itulah Ibu Mega berpesan rawatlah bumi,” tegas Hasto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!