Survei LSI Denny JA: KIB Menang di Pemilih Moderat
Senin, 15 Agustus 2022 - 15:53 WIB
Dia menilai, dalam bulan- bulan terakhir masa pendaftaran yakni September 2023, sangat mungkin PDIP mengajak Gerindra, PKB atau KIB untuk menyatukan kekuatan. Sementara KIB sangat mungkin menambah kekuatan.
Baca juga: Bukan Hanya sebagai Wadah Persatuan, Suharso: KIB Dibentuk untuk Menang
”Sebab jika hanya tiga partai saja bagi KIB sangatlah riskan. Jika satu partai mengundurkan diri, itu akan membuat KIB tak lagi memenuhi syarat pencalonan capres- cawapres 20%,” katanya.
Bagi KIB, satu partai yang mungkin diajak adalah PKS atau Demokrat. Hal ini disebabkan karena PKS dan Demokrat tak memiliki bargaining kuat untuk meminta calon presiden.
”Pilpres 2024-2029 tak diikuti koalisi partai oposisi. Itu karena hanya dua partai yang kini di luar pemerintahan yakni, Demokrat dan PKS. Gabungan dua partai ini tak cukup membentuk satu poros untuk mencalonkan presiden dan wapres 2024-2029,” paparnya.
Demokrat dan PKS terpaksa ikut dalam poros lain dan mereka bukan dalam level untuk memimpin poros tersebut. Selain itu, prosentase kursi Demokrat dan PKS di DPR periode 2019-2024 juga tidak menonjol untuk memimpin poros koalisi partai mencalonkan capres- cawapres 2024-2029.
Baca juga: Bukan Hanya sebagai Wadah Persatuan, Suharso: KIB Dibentuk untuk Menang
”Sebab jika hanya tiga partai saja bagi KIB sangatlah riskan. Jika satu partai mengundurkan diri, itu akan membuat KIB tak lagi memenuhi syarat pencalonan capres- cawapres 20%,” katanya.
Bagi KIB, satu partai yang mungkin diajak adalah PKS atau Demokrat. Hal ini disebabkan karena PKS dan Demokrat tak memiliki bargaining kuat untuk meminta calon presiden.
”Pilpres 2024-2029 tak diikuti koalisi partai oposisi. Itu karena hanya dua partai yang kini di luar pemerintahan yakni, Demokrat dan PKS. Gabungan dua partai ini tak cukup membentuk satu poros untuk mencalonkan presiden dan wapres 2024-2029,” paparnya.
Demokrat dan PKS terpaksa ikut dalam poros lain dan mereka bukan dalam level untuk memimpin poros tersebut. Selain itu, prosentase kursi Demokrat dan PKS di DPR periode 2019-2024 juga tidak menonjol untuk memimpin poros koalisi partai mencalonkan capres- cawapres 2024-2029.
Lihat Juga :