Miliki Nilai Historis, Tito Hadiri Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Surabaya

Minggu, 14 Agustus 2022 - 21:27 WIB
Tito menjelaskan, insiden Hotel Yamato terjadi karena Belanda dinilai melakukan tindakan provokatif dengan mengibarkan Bendera Merah Putih Biru di hotel tersebut. Akibatnya, arek-arek Suroboyo menurunkan bendera merah putih biru milik Belanda, dan merobek warna biru sehingga menyisakan warna merah dan putihnya saja.

"Pelajaran penting yang kita pelajari, kalau ini kita dalam suasana menaikkan bendera tanpa ada perlawanan, seperti yang dilakukan tokoh-tokoh senior yang ada di Surabaya," katanya.

Baca juga: Mendagri Bangga Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Merauke

Tanpa menafikan daerah lain, kata Mendagri, Surabaya juga memiliki peran penting dalam peristiwa 10 November 1945. "Indonesia bisa kita pertahankan salah satunya karena adanya nilai kepahlawanan, militansi, dan keberanian arek-arek Suroboyo," tandasnya.

Dengan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Surabaya, diharapkan seluruh sekolah, instansi pemerintah, maupun swasta di Surabaya mengibarkan bendera Indonesia hingga 31 Agustus. Menurutnya, mengibarkan Bendera Merah Putih merupakan salah satu cara menghargai dan menghayati perjuangan keras para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!