Video Jokowi Ancam Reshuffle, Rocky Gerung Anggap seperti Drakor Istana

Selasa, 30 Juni 2020 - 05:30 WIB
Filsuf kelahiran Manado, 20 Januari 1959 itu menjelaskan, video yang diunggah oleh Biro Pres Setpres awalnya tidak dimaksudkan untuk dipublikasi. Namun karena ada momentum, maka analis dan konsultan politik memberikan saran untuk melepasnya ke publik. Jika memang ada keseriusan dalam ucapan presiden, maka dalam 10 hari, dari perekaman video hingga diunggah, sudah ada reshuffle yang dilakukan.

"Dalam pikiran saya, kalau reshuffle hari ini, baru video itu dibuka, jadi orang, oh itu alasannya. Sekarang reshuffle nggak reshuffle, semua yang berpotensi reshuffle sudah pasang kuda-kuda duluan, nggak ada kejutannya. Jadi tukar tambah sudah selesai, baru videonya diucapin," katanya.

Rocky juga mengkritisi Presiden Jokowi yang marah-marah kepada menterinya. Menurutnya, hal itu tidak etis. Sebab, presiden adalah pengambil keputusan terakhir, sehingga dengan diam pun sebenarnya bisa mengganti menterinya. "Ngapain pamer arogansi di depan pendukung-pendukungnya sendiri," katanya.(Baca juga: Reshuffle Kabinet Mencuat, IPW Sarankan Jokowi Ganti 11 Menteri Ini )

Jika nanti memang terjadi reshuffle, Rocky juga meragukan akan adanya perubahan. Sebab, calon penggantinya akan berasal dari partai yang sama. "Kan pasti kalau di-reshuffle kan diganti dari partai itu kan, lalu kebijakan berubah nggak? nggak. Partai suruh menterinya untuk moral hazard, pergunakan kesempatan kekuasaan untuk mengumpulkan uang lewat anggaran extra ordinary dari COVID ini kan. Jadi siapa pun yang menggantikan pasti mempunyai kebijakan yang sama," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!