Sejarah Pemberontakan GAM dan Dugaan Keterlibatan Libya

Rabu, 10 Agustus 2022 - 15:45 WIB
Usut punya usut, penyebab konflik ini adalah ketidakpuasan masyarakat Aceh atas penyelenggaraan pemerintahan di Aceh yang didominasi orang Jawa. Selain itu, muncul juga kekecewaan atas eksploitasi sumber daya alam di Aceh yang tidak memberikan kesejahteraan pada penduduk sekitarnya.

Pada era kepemimpinan Presiden Soeharto, Aceh diketahui hanya menerima 1 persen dari anggaran pendapatan nasional dengan kontribusi 14 persen dari GDP nasional. Padahal, sebagian besar kekayaan alam Aceh banyak diambil pemangku kebijakan.

Sebagai tindakan tegas, Soeharto menyematkan Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) pada tahun 1989. Alasannya karena pemerintah mengetahui adanya pasukan GAM yang melakukan latihan militer di Libya dan sudah bersiap untuk perang gerilya.

Dalam sejarahnya, pelaksanaan DOM ini menjadi salah satu operasi kontra pemberontakan terbesar sejak tahun 1960. Operasi Militer ini diketahui melibatkan puluhan batalion pasukan elit yang dimiliki Indonesia.

Sebelumnya, ada dugaan yang mengarah keterlibatan Libya dalam gerakan separatis tersebut. Presiden Libya kala itu Moammar Khadafi diduga membuka pelatihan militer khusus.

Pemimpin GAM yang tertarik akhirnya menghubungi Libya. Setelah mendapat persetujuan, barulah Hasan Tiro melakukan rekrutmen terhadap pemuda Aceh untuk menjalani pelatihan militer di Libya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!