Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku Dijamin Aman Bagi Hewan Ternak
Senin, 08 Agustus 2022 - 17:03 WIB
Distribusi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke seluruh wilayah Indonesia terus digencarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
JAKARTA - Distribusi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) ke seluruh wilayah Indonesia terus digencarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan). Hal tersebut guna menekan tingkat penyebaran wabah PMK di Tanah Air.
“Untuk peternak, jangan takut vaksinasi PMK. Sampai saat ini tidak ada efek samping yang signifikan. (Vaksin) Malah untuk melindungi,” kata Pejabat Otoritas Veteriner Kota Bandung, Jawa Barat, Elise Wieke dalam acara daring “PMK Talks: Protokol dan Implementasi Lalu Lintas Hewan Guna Mengurangi Penyebaran PMK di Indonesia”, belum lama ini, dikutip Senin (8/8/2022).
Dia menuturkan, penyuntikan vaksin PMK pada ternak bakal dilaksanakan setelah petugas yang berada di bawah koordinasi Satgas Penanganan PMK melakukan pendataan hewan ternak rawan PMK yang masih sehat. Petugas di lapangan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk meminimalisasi penyebaran penyakit melalui manusia.
Baca juga: Masyarakat Diimbau Tak Panik, PMK Aman Terkendali
“Kami mendata dulu. Setelah yakin ada daerah yang tidak terkena PMK, kami datangi ke sana. Hewan diperiksa dulu, terutama diukur suhunya. Setelah dinyatakan sehat baru kami vaksinasi,” ujarnya.
Elise mengungkapkan bahwa hingga kini belum ditemukan ada kasus efek samping pada hewan ternak yang sudah divaksin PMK. “Setelah divaksin beberapa hari kemudian kami evaluasi. Sekitar seminggu setelah vaksinasi, apakah ada efek samping atau seperti apa. Sejauh ini baik-baik saja dari yang sudah dilakukan,” imbuhnya.
“Untuk peternak, jangan takut vaksinasi PMK. Sampai saat ini tidak ada efek samping yang signifikan. (Vaksin) Malah untuk melindungi,” kata Pejabat Otoritas Veteriner Kota Bandung, Jawa Barat, Elise Wieke dalam acara daring “PMK Talks: Protokol dan Implementasi Lalu Lintas Hewan Guna Mengurangi Penyebaran PMK di Indonesia”, belum lama ini, dikutip Senin (8/8/2022).
Dia menuturkan, penyuntikan vaksin PMK pada ternak bakal dilaksanakan setelah petugas yang berada di bawah koordinasi Satgas Penanganan PMK melakukan pendataan hewan ternak rawan PMK yang masih sehat. Petugas di lapangan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk meminimalisasi penyebaran penyakit melalui manusia.
Baca juga: Masyarakat Diimbau Tak Panik, PMK Aman Terkendali
“Kami mendata dulu. Setelah yakin ada daerah yang tidak terkena PMK, kami datangi ke sana. Hewan diperiksa dulu, terutama diukur suhunya. Setelah dinyatakan sehat baru kami vaksinasi,” ujarnya.
Elise mengungkapkan bahwa hingga kini belum ditemukan ada kasus efek samping pada hewan ternak yang sudah divaksin PMK. “Setelah divaksin beberapa hari kemudian kami evaluasi. Sekitar seminggu setelah vaksinasi, apakah ada efek samping atau seperti apa. Sejauh ini baik-baik saja dari yang sudah dilakukan,” imbuhnya.
Lihat Juga :