Pengamat Ajak Netizen Kawal Kasus Brigadir J Sesuai Data

Rabu, 27 Juli 2022 - 15:05 WIB
Baca juga: Komnas HAM: Brigadir J Tewas di Jakarta, Bukan dalam Perjalanan Magelang-Jakarta

Pada hakikatnya, kata Devie, media sosial menciptakan ruang tanpa tuan dan tanpa batas, yang memungkinkan setiap pengguna beraksi bebas. Praktik anonimitas yang memungkinkan pengguna bersembunyi dalam identitas berbeda, membuatnya mudah menjustifikasi informasi sesuai keinginannya.

"Dari beberapa kasus viral di media sosial, tak jarang tuduhan-tuduhan yang berujung kesalahan. Jari-jari netizen yang pada awal kasus viral pun tidak terkena pertanggungjawaban," katanya.

Di dunia digital, Devie mengatakan, watak manusia Indonesia yang dulu ramah berubah menjadi marah dan dikenal sebagai masyarakat yang berang. Menurutnya, watak baru manusia Indonesia di ruang digital ini sering kemudian bertemu dengan fenomena cancel culture yang menafikan atau mengasingkan sosok, kelompok, atau produk tertentu.

"Sehingga, aksi pemboikotan berbasis praduga tanpa data ini berujung menjadikan cancel culture sebagai cancer culture dalam masyarakat, yang bisa membunuh hidup dan penghidupan seseorang," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!