Waspadai Provokasi Benturkan PDIP dengan Umat Islam

Sabtu, 27 Juni 2020 - 13:58 WIB
Ia menilai, ada yang murni menolak berdasarkan pertimbangan rasional, ilmiah dan dilandasi kebijaksanaan untuk kemaslahatan bangsa. Tetapi, di sisi lain, di tengah penolakan RUU HIP tercium aroma politik untuk menjatuhkan PDIP melaui framing isu komunisme yang dilekatkan ke PDIP.

"Sejak awal munculnya penolakan terhadap RUU HIP, sudah nampak, PDIP menjadi sasaran tembak, karena PDIP sebagai partai pengusul. Pelbagai wacana miring mengarah ke partai berlambang banteng moncong putih itu," ujarnya.

"Salah satu isu yang kental dengan kepentingan politik adalah mengaitkan RUU HIP dengan isu bangkitnya komunisme yang dialamatkan ke PDIP dan Presiden Jokowi," imbuh dia.

Karenanya, lanjut Karyono, tak perlu heran, aksi pembakaran bendera PKI dan PDIP di tengah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR adalah bagian dari propaganda politik untuk memberikan stigma komunis ke PDIP. Pertanyaannya kemudian, mengapa propaganda usang ini masih terus dipakai. Padahal, propaganda ini terbukti gagal.

"Terbukti, partai ini tiga kali menang pemilu legislatif dan tiga kali menduduki jabatan presiden satu kali wakil presiden sejak periode pascarezim Orde Baru," katanya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!