Candi Borobudur Tidak Lagi Menjadi 7 Keajaiban Dunia? Ini Faktanya!
Kamis, 21 Juli 2022 - 15:37 WIB
Dikutip dari situs Britannica, pada tahun 2000 sebuah yayasan asal Swiss yang dikenal sebagai New Seven Wonders meluncurkan sebuah voting untuk menentukan tujuh Keajaiban Dunia yang baru. Alasannya sendiri karena tujuh Keajaiban Dunia sebelumnya hanya tersisa Piramida Giza di Mesir.
Voting ini diketahui melibatkan lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia. Pada teknisnya, penentuan tujuh Keajaiban Dunia yang baru ini menggunakan format gugur. Fase pertama diperkirakan ada sekitar 176 nominasi yang bersaing. Setelahnya, diambil 77 daftar situs teratas.
Pada daftar 77 besar ini, ada dua nominasi yang berasal dari Indonesia. Yaitu Candi Borobudur dan Teras Sawah Tegalalang Bali. Sayangnya, keduanya harus gagal menembus fase berikutnya yang berisikan 21 nominasi teratas.
Setelahnya, pihak penyelenggara mengumumkan tujuh Keajaiban Dunia Baru pada tahun 2007. Situs yang terpilih diantaranya adalah Taj Mahal, Tembok Besar China, Colosseum, Petra Yordania, Chichen Itza, Patung Kristus Brazil, dan Machu Picchu.
Hasil tujuh Keajaiban Dunia Baru tersebut lantas mendapat reaksi pro dan kontra. Sebagian memprotesnya karena dinilai tidak valid dengan penggunaan skema voting. Menyikapi hal ini, UNESCO sendiri mengklaim tidak memiliki keterkaitan apapun tentang vote tersebut.
Voting ini diketahui melibatkan lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia. Pada teknisnya, penentuan tujuh Keajaiban Dunia yang baru ini menggunakan format gugur. Fase pertama diperkirakan ada sekitar 176 nominasi yang bersaing. Setelahnya, diambil 77 daftar situs teratas.
Pada daftar 77 besar ini, ada dua nominasi yang berasal dari Indonesia. Yaitu Candi Borobudur dan Teras Sawah Tegalalang Bali. Sayangnya, keduanya harus gagal menembus fase berikutnya yang berisikan 21 nominasi teratas.
Setelahnya, pihak penyelenggara mengumumkan tujuh Keajaiban Dunia Baru pada tahun 2007. Situs yang terpilih diantaranya adalah Taj Mahal, Tembok Besar China, Colosseum, Petra Yordania, Chichen Itza, Patung Kristus Brazil, dan Machu Picchu.
Hasil tujuh Keajaiban Dunia Baru tersebut lantas mendapat reaksi pro dan kontra. Sebagian memprotesnya karena dinilai tidak valid dengan penggunaan skema voting. Menyikapi hal ini, UNESCO sendiri mengklaim tidak memiliki keterkaitan apapun tentang vote tersebut.
Lihat Juga :