Hattrick WTP, Menpora Amali: Bukan Menterinya yang Hebat, Teamwork Kemenpora yang Bagus
Rabu, 13 Juli 2022 - 13:44 WIB
Menpora Amali berharap, raihan hasil yang baik ini akan menjadi semangat dalam bekerja melayani urusan kepemudaan dan urusan keolahragaan kedepan.
"Mudah-mudahan hasil ini akan menjadi menambah semangat buat kami di Kemenpora untuk bekerja lebih baik lagi, melayani urusan-urusan kepemudaan dan urusan keolahragaan," tutur Menpora Amali.
Seperti diketahui, perjalanan laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI terhadap Kemenpora RI, dari tahun 2010 hingga tahun 2021 yakni, memperoleh predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) selama 5 kali berturut-turut dari tahun 2010 hingga 2014.
Kemudian, predikat Tidak Memberikan Pendapat (TMP/Disclaimer) selama 2 tahun berturut-turut pada tahun 2015-2016. Kemudian, kembali WDP pada tahun 2017-2018. Dan akhirnya mampu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 3 kali berturut-turut dari tahun 2019 hingga 2021.
"Kenapa tata kelola yang kita jadikan yang utama. Karena kami menyakini dengan tata kelola yang baik maka, pelayanan-pelayanan berikutnya akan menjadi lebih mudah baik kepemudaan maupun keolahragaan. Tapi, kalau tata kelolanya tidak baik maka pasti akan berakibat kepada pelayanan urusan kepemudaan dan keolahragaan juga tidak baik," pungkas Menpora Amali.
"Mudah-mudahan hasil ini akan menjadi menambah semangat buat kami di Kemenpora untuk bekerja lebih baik lagi, melayani urusan-urusan kepemudaan dan urusan keolahragaan," tutur Menpora Amali.
Seperti diketahui, perjalanan laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI terhadap Kemenpora RI, dari tahun 2010 hingga tahun 2021 yakni, memperoleh predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) selama 5 kali berturut-turut dari tahun 2010 hingga 2014.
Kemudian, predikat Tidak Memberikan Pendapat (TMP/Disclaimer) selama 2 tahun berturut-turut pada tahun 2015-2016. Kemudian, kembali WDP pada tahun 2017-2018. Dan akhirnya mampu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 3 kali berturut-turut dari tahun 2019 hingga 2021.
"Kenapa tata kelola yang kita jadikan yang utama. Karena kami menyakini dengan tata kelola yang baik maka, pelayanan-pelayanan berikutnya akan menjadi lebih mudah baik kepemudaan maupun keolahragaan. Tapi, kalau tata kelolanya tidak baik maka pasti akan berakibat kepada pelayanan urusan kepemudaan dan keolahragaan juga tidak baik," pungkas Menpora Amali.
(atk)
Lihat Juga :