Mengenal Nurtanio Pringgoadisuryo, Teknisi AURI Perintis Industri Pesawat Terbang Indonesia
Jum'at, 24 Juni 2022 - 11:42 WIB
Nurtanio Pringgoadisuryo merupakan Bapak Dirgantara Indonesia sebagai penghormatan atas dedikasinya merintis industri penerbangan di Tanah Air. FOTO/WIKIPEDIA
JAKARTA - Nurtanio familiar sebagai nama industri pesawat terbang di masa-masa awal Indonesia merintis industri ini. Ia merupakan Bapak Dirgantara Indonesia sebagai penghormatan atas dedikasinya merintis industri penerbangan di Tanah Air.
Nurtanio Pringgoadisuryo merupakan putra Kalimantan Selatan yang lahir pada 3 Desember 1923. Ketertarikan dan kecintaannya terhadap dunia kedirgantaraan sudah ia tunjukkan sejak belia. Terbukti, dirinya mengikuti perkumpulan Junior Aero Club di usia muda.
Dalam jurnal elektronik Pendidikan Sejarah bertajuk 'Dinamika Industri Pesawat Terbang Indonesia Tahun 1966-1998', disebutkan bahwa ia merupakan penggagas pertama agar industri pesawat terbang didirikan. Awalnya, Nurtanio adalah teknisi AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia), yang kemudian menjadi TNI AU).
Baca juga: Tak Kalah Kaya, Konsumen Indonesia Bakal Beli 12 Pesawat N219 Buatan PTDI
Ia juga sempat menjadi Opsir Muda III Biro Rencana dan Konstruksi Angkatan Udara. Bersama dengan Wiweko Supono, Nurtanio bertugas untuk memperbaiki pesawat, mengatur perawatan pesawat, dan mengembangkan serta memodifikasi pesawat-pesawat sederhana yang ditinggalkan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Dengan bahan dan peralatan sederhana, biro pimpinan Nurtanio itu mampu menciptakan beberapa pesawat, seperti pesawat RI-X yang diproduksi di Magetan. Ada pula pesawat Sakai Blenheim, perpaduan antara pesawat Blenheim MK IV Belanda dengan pesawat tempur Nakajima milik Jepang.
Nurtanio Pringgoadisuryo merupakan putra Kalimantan Selatan yang lahir pada 3 Desember 1923. Ketertarikan dan kecintaannya terhadap dunia kedirgantaraan sudah ia tunjukkan sejak belia. Terbukti, dirinya mengikuti perkumpulan Junior Aero Club di usia muda.
Dalam jurnal elektronik Pendidikan Sejarah bertajuk 'Dinamika Industri Pesawat Terbang Indonesia Tahun 1966-1998', disebutkan bahwa ia merupakan penggagas pertama agar industri pesawat terbang didirikan. Awalnya, Nurtanio adalah teknisi AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia), yang kemudian menjadi TNI AU).
Baca juga: Tak Kalah Kaya, Konsumen Indonesia Bakal Beli 12 Pesawat N219 Buatan PTDI
Ia juga sempat menjadi Opsir Muda III Biro Rencana dan Konstruksi Angkatan Udara. Bersama dengan Wiweko Supono, Nurtanio bertugas untuk memperbaiki pesawat, mengatur perawatan pesawat, dan mengembangkan serta memodifikasi pesawat-pesawat sederhana yang ditinggalkan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Dengan bahan dan peralatan sederhana, biro pimpinan Nurtanio itu mampu menciptakan beberapa pesawat, seperti pesawat RI-X yang diproduksi di Magetan. Ada pula pesawat Sakai Blenheim, perpaduan antara pesawat Blenheim MK IV Belanda dengan pesawat tempur Nakajima milik Jepang.
Lihat Juga :