Serangan Covid-19 Merebak, Prokes Harus Diperketat Lagi
Rabu, 22 Juni 2022 - 13:24 WIB
"Pengamatan kami ini gelombang BA.4, BA.5 itu biasanya puncaknya tercapai satu bulan setelah penemuan kasus pertama. Jadi harusnya di minggu kedua Juli, minggu ketiga Juli, kita akan melihat puncak kasus BA.4 dan BA.5 ini," tuturnya beberapa waktu lalu.
Setelah itu diharapkan kasus Covid-19 di Tanah Air akan kembali turun. Kabar baiknya, subvarian BA.4 dan BA.5 ini tidak seganas varian Delta atau Omicron. Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, dilihat dari fatality rate atau tingkat kematian akibat penularan dua subvarian baru ini jauh lebih rendah dibandingkan kematian akibat varian Delta dan varian Omicron. Perbandingannya sekitar 1/12 atau 1/10 dari Delta dan Omicron. Sehingga, bila mencermati perkembangan data kasus baru Covid-19 dalam seminggu terakhir ini, meski ada lonjakan kasus baru, namun kasus kematian masih tergolong kecil. Kurang dari 10 kematian per hari.
Meski begitu, masyarakat tak boleh abai dengan adanya lonjakan kasus baru Covid-19 ini. Pengalaman membuktikan saat Covid-19 mulai merebak di China pada Desember 2019, sejumlah negara tidak menganggap serius ancaman dari virus ini. Akibatnya hingga 15 Juni 2022, virus ini telah menjangkiti lebih dari 541 juta penduduk bumi, dan mengakibatkan kematian sebanyak 6,3 juta orang. Tak hanya menyerang sektor kesehatan, kehadiran virus ini juga telah membuat luluh lantak perekonomian dunia selama dua tahun terakhir ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid 19, pemerintah menyarankan masyarakat untuk kembali menerapkan prokes. Pemerintah saat ini juga tengah memantau dan mengkaji, apakah akan kembali mewajibkan masyarakat untuk mengenakan masker jika ke luar rumah dan kembali mengintensifkan penggunaan aplikasi PeduliLindugi untuk memantau dan membatasi mobilitas penduduk.
Perkembangan kasus baru Covid masih jadi perhatian masyarakat. News RCTI+ selalu meyampaikan update terbaru mengenai kasus Covid-19. Tidak hanya di Indonesia namun di juga dalam skala global. Didukung oleh 93 publisher, News RCTI+ menjadi news aggregator di bawah naungan MNC Group yang terdepan dalam menyebarluaskan informasi terkait Covid-19.
Informasi yang disampaikan itu bukan hanya perkembangan kasus baru, namun juga berita mengenai sifat dan gejala yang ditimbulkan akibat varian baru Covid 19. Selain itu setiap hari juga ditampilkan berita mengenai tips hidup sehat, agar imunitas tetap terjaga. Asupan makanan, minuman ataupun obat-obatan herbal yang cocok dikonsumsi untuk membantu mencegah virus Covid-19 menjangkiti tubuh kita.
Setelah itu diharapkan kasus Covid-19 di Tanah Air akan kembali turun. Kabar baiknya, subvarian BA.4 dan BA.5 ini tidak seganas varian Delta atau Omicron. Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, dilihat dari fatality rate atau tingkat kematian akibat penularan dua subvarian baru ini jauh lebih rendah dibandingkan kematian akibat varian Delta dan varian Omicron. Perbandingannya sekitar 1/12 atau 1/10 dari Delta dan Omicron. Sehingga, bila mencermati perkembangan data kasus baru Covid-19 dalam seminggu terakhir ini, meski ada lonjakan kasus baru, namun kasus kematian masih tergolong kecil. Kurang dari 10 kematian per hari.
Meski begitu, masyarakat tak boleh abai dengan adanya lonjakan kasus baru Covid-19 ini. Pengalaman membuktikan saat Covid-19 mulai merebak di China pada Desember 2019, sejumlah negara tidak menganggap serius ancaman dari virus ini. Akibatnya hingga 15 Juni 2022, virus ini telah menjangkiti lebih dari 541 juta penduduk bumi, dan mengakibatkan kematian sebanyak 6,3 juta orang. Tak hanya menyerang sektor kesehatan, kehadiran virus ini juga telah membuat luluh lantak perekonomian dunia selama dua tahun terakhir ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid 19, pemerintah menyarankan masyarakat untuk kembali menerapkan prokes. Pemerintah saat ini juga tengah memantau dan mengkaji, apakah akan kembali mewajibkan masyarakat untuk mengenakan masker jika ke luar rumah dan kembali mengintensifkan penggunaan aplikasi PeduliLindugi untuk memantau dan membatasi mobilitas penduduk.
Perkembangan kasus baru Covid masih jadi perhatian masyarakat. News RCTI+ selalu meyampaikan update terbaru mengenai kasus Covid-19. Tidak hanya di Indonesia namun di juga dalam skala global. Didukung oleh 93 publisher, News RCTI+ menjadi news aggregator di bawah naungan MNC Group yang terdepan dalam menyebarluaskan informasi terkait Covid-19.
Informasi yang disampaikan itu bukan hanya perkembangan kasus baru, namun juga berita mengenai sifat dan gejala yang ditimbulkan akibat varian baru Covid 19. Selain itu setiap hari juga ditampilkan berita mengenai tips hidup sehat, agar imunitas tetap terjaga. Asupan makanan, minuman ataupun obat-obatan herbal yang cocok dikonsumsi untuk membantu mencegah virus Covid-19 menjangkiti tubuh kita.
Lihat Juga :