Pilpres 2024, Peneliti Unair Sebut Perpaduan Militer dan Sipil Cukup Ideal
Selasa, 21 Juni 2022 - 20:07 WIB
"Padahal para elite kubu yang bersaing sudah saling berangkulan, tetapi di akar rumput masih berbau nyinyir. Mengapa tidak sesama militer? Karena masyarakat kita sudah berada pada tingkat yang tidak mudah didikte. Sesama militer dikhawatirkan akan menciptakan ketaatan dan ketertiban semu yang totaliter doktriner," ungkapnya.
Menurut Dimas, berdasarkan hasil Google Trends tahun 2022 mengenai kandidat militer yang berpeluang maju dalam Capres 2024, ditemukan bahwa, tren perkembangan berita selama kurun waktu 1 tahun.
Dapat disimpulkan bahwa militer-sipil merupakan pilihan paling rasional dalam logika sparing partner pasangan bakal capres.
"Maka tinggal menyimak dari sekarang tokoh militer (atau yang berbau militer) yang paling layak untuk disandingkan dengan tokoh sipil yang sudah mulai muncul (dimunculkan)," pungkasnya.
Menurut Dimas, berdasarkan hasil Google Trends tahun 2022 mengenai kandidat militer yang berpeluang maju dalam Capres 2024, ditemukan bahwa, tren perkembangan berita selama kurun waktu 1 tahun.
Dapat disimpulkan bahwa militer-sipil merupakan pilihan paling rasional dalam logika sparing partner pasangan bakal capres.
"Maka tinggal menyimak dari sekarang tokoh militer (atau yang berbau militer) yang paling layak untuk disandingkan dengan tokoh sipil yang sudah mulai muncul (dimunculkan)," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :