Arab Saudi Selenggarakan Ibadah Haji Terbatas Untungkan Indonesia

Rabu, 24 Juni 2020 - 08:45 WIB
"Pemerintah RI melalui perwakilannya di Arab Saudi tetap harus bertanggung jawab melindungi WNI yang berada di sana yang hendak menunaikan ibadah haji dengan memberikan edukasi dan pelayanan, agar ibadah yang mereka jalankan lancar, khusyuk dan terhindar dari ancaman penularan COVID-19," katanya.

Pada bagian lain, Mustolih menilai, Kerajaan Arab Saudi tampaknya mengambil jalan tengah di tengah dua kutub arus aspirasi umat muslim dunia di masa pandemi COVID-19. Ada yang tetap mendorong haji tetap diselenggarakan seperti biasa dan di sisi lain, ada banyak negara memutuskan tidak mengirimkan jamaahnya.

Keputusan itu akan menjadi pembuktian bagi Arab Saudi apakah dalam waktu dekat bisa dikunjungi untuk kepentingan penyelenggaraan ibadah umrah pascamusim haji nanti. Jika penyelenggaraan haji yang terbatas ini berhasil, tidak ada jemaah yang tertular virus corona atau bisa menekan secara signifikan penularan, maka ke depan bisa saja ibadah umrah bisa segera dibuka. (Baca juga: Tak Libatkan Bahas Penundaan Haji, Menag Minta Maaf ke DPR )

"Tapi sebaliknya, bila nanti banyak jamaah haji yang terkena virus COVID-19, maka pemerintah Arab Saudi harus bekerja ekstra keras lagi untuk meyakinkan masyarakat dunia bahwa negara tersebut telah benar-benar aman dari COVID-19," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!