Mengenang Akhlak Terpuji KH Dimyati Rois, Simak di Sini Kisah Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Perindo!
Jum'at, 10 Juni 2022 - 22:03 WIB
Referensi politik Mbah Dim lainnya, lanjut Khaliq, adalah kecuali kisah Nabi-nabi yg termaktub dalam Al-Quran, dan perangai Nabi Muhammad beserta sahabat-sahabatnya, juga kitab-kitab klasik karangan ulama terkemuka.
Baca juga: KH Dimyati Rois Wafat, Jokowi: Beliau Ulama Berpengetahuan Luas dan Disegani
Menurutnya, Mbah Dim memiliki akhlak terpuji sebagai pribadi yang bersahaja, mandiri dan independen. Guna membiayai kebutuhan pondok pesantren yang diasuhnya, lanjut Khaliq, diperoleh dari hasil tambak dan sawah yang cukup luas. "Sehingga, tidak ada ketergantungan Mbah Dim pada pihak manapun," kata Khaliq.
Khaliq mengaku, interaksi dirinya dengan Mbah Dim terjadi cukup lama dan intens pada kurun waktu 1992-2003. Ini dimulai saat keduanya sama-sama dilantik sebagai Anggota MPR-RI pada 1992-1997 dan masuk ke dalam Fraksi yang sama, yaitu PPP.
"Meski Mbah Dim berasal dari unsur Utusan Daerah Jawa Tengah, tetapi dalam pengelompokan politik masuk di dalam Fraksi PPP bersama saya yang mewakili perimbangan partai politik," ujar Khaliq.
Pertemuan dengan Mbah Dim semakin intensif menjelang Muktamar PPP 1994. Ini ketika H Matori Abdul Djalil, Sekjen PPP, dijagokan sebagai calon Ketua Umum PPP untuk menggantikan Buya Ismail Hasan Metarium.
Baca juga: KH Dimyati Rois Wafat, Jokowi: Beliau Ulama Berpengetahuan Luas dan Disegani
Menurutnya, Mbah Dim memiliki akhlak terpuji sebagai pribadi yang bersahaja, mandiri dan independen. Guna membiayai kebutuhan pondok pesantren yang diasuhnya, lanjut Khaliq, diperoleh dari hasil tambak dan sawah yang cukup luas. "Sehingga, tidak ada ketergantungan Mbah Dim pada pihak manapun," kata Khaliq.
Khaliq mengaku, interaksi dirinya dengan Mbah Dim terjadi cukup lama dan intens pada kurun waktu 1992-2003. Ini dimulai saat keduanya sama-sama dilantik sebagai Anggota MPR-RI pada 1992-1997 dan masuk ke dalam Fraksi yang sama, yaitu PPP.
"Meski Mbah Dim berasal dari unsur Utusan Daerah Jawa Tengah, tetapi dalam pengelompokan politik masuk di dalam Fraksi PPP bersama saya yang mewakili perimbangan partai politik," ujar Khaliq.
Pertemuan dengan Mbah Dim semakin intensif menjelang Muktamar PPP 1994. Ini ketika H Matori Abdul Djalil, Sekjen PPP, dijagokan sebagai calon Ketua Umum PPP untuk menggantikan Buya Ismail Hasan Metarium.
Lihat Juga :