Politikus PDIP Minta Luhut Tak Mudah Baper ke DPR
Jum'at, 10 Juni 2022 - 17:47 WIB
Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus meminta Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan tidak antikritik dan menganggap remeh fungsi pengawasan DPR. FOTO/DOK.DPR
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus meminta Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan tidak antikritik dan menganggap remeh fungsi pengawasan DPR. Dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Kamis (9/6/2022), Luhut meminta Anggota DPR tidak menyerang dirinya demi mencari popularitas.
Menurut Deddy, DPR memiliki tugas pengawasan yang bentuknya bisa berupa kritik atau masukan. Salah satu contohnya adalah mengkritik rencana kenaikan tarif tiket masuk ke kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
"Seharusnya sebagai seorang pejabat senior beliau paham dan tidak mudah baper (bawa perasaan), tinggal pilih mana kritik yang argumentatif dan konstruktif dan abaikan yang bentuknya hanya kenyiyiran belaka," kata Deddy.
Sebagai Anggota Komisi VI DPR yang menjadi mitra PT Taman Wisata Candi (TWC) dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), politikus PDIP ini mengaku tahu persis kondisi Candi Borobudur dan perbaikan yang dilakukan. Selama ini pengelolaan Candi Borobudur terbukti tidak efektif dan terjadi kerusakan yang diakibatkan manajemen pemeliharaan dan pengawasan yang kurang optimal.
Pihaknya melihat pengelola tidak secara konsisten dan efektif memberikan panduan, mengingatkan wisatawan, mengatur flow dan kapasitas pengunjung, memberikan sanksi dan sebagainya. Padahal pengawasan dan edukasi mudah dilakukan, baik secara konvensional maupun dengan menggunakan peralatan CCTV dan multimedia.
Menurut Deddy, DPR memiliki tugas pengawasan yang bentuknya bisa berupa kritik atau masukan. Salah satu contohnya adalah mengkritik rencana kenaikan tarif tiket masuk ke kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
"Seharusnya sebagai seorang pejabat senior beliau paham dan tidak mudah baper (bawa perasaan), tinggal pilih mana kritik yang argumentatif dan konstruktif dan abaikan yang bentuknya hanya kenyiyiran belaka," kata Deddy.
Sebagai Anggota Komisi VI DPR yang menjadi mitra PT Taman Wisata Candi (TWC) dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), politikus PDIP ini mengaku tahu persis kondisi Candi Borobudur dan perbaikan yang dilakukan. Selama ini pengelolaan Candi Borobudur terbukti tidak efektif dan terjadi kerusakan yang diakibatkan manajemen pemeliharaan dan pengawasan yang kurang optimal.
Pihaknya melihat pengelola tidak secara konsisten dan efektif memberikan panduan, mengingatkan wisatawan, mengatur flow dan kapasitas pengunjung, memberikan sanksi dan sebagainya. Padahal pengawasan dan edukasi mudah dilakukan, baik secara konvensional maupun dengan menggunakan peralatan CCTV dan multimedia.
Lihat Juga :