SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Kamis, 09 Juni 2022 - 18:25 WIB
Pada Mei 2022, atau sekitar 2 tahun menjelang pemilihan 2024, sambung Deni, dukungan spontan pada Ganjar sudah mencapai 14,5%, sementara dukungan spontan pada Jokowi di Oktober 2012 (sekitar 2 tahun menjelang pemilihan 2014) masih sekitar 0,6%.
Menurut Deni, pola yang sama juga terlihat dalam respons atas pertanyaan semi terbuka. Pada Maret 2021 atau sekitar 3 tahun sebelum pemilihan Februari 2024, Ganjar sudah mendapatkan dukungan 8,8% dalam simulasi semi terbuka. Sementara pada 3 tahun sebelum pemilihan presiden Juli 2014, yakni pada survei Juni 2011, dukungan pada Jokowi baru 2%.
Lalu, Mei 2022, atau sekitar 2 tahun menjelang pemilihan 2024, dukungan pada Ganjar sudah mencapai 22,5%, sementara dukungan pada Jokowi di Desember 2012 (sekitar 2 tahun menjelang pemilihan 2014) masih sekitar 12,8%.
Baca juga: Survei Poltracking Sebut Erick Thohir Ungguli AHY sebagai Cawapres Pilihan Rakyat
"Dibandingkan menjelang hari H pemilihan tahun 2014 ketika tidak ada petahana, dalam jarak waktu yang kurang lebih sama, elektabilitas Ganjar lebih baik dari Jokowi," ungkap Deni.
Menurut Deni, pola yang sama juga terlihat dalam respons atas pertanyaan semi terbuka. Pada Maret 2021 atau sekitar 3 tahun sebelum pemilihan Februari 2024, Ganjar sudah mendapatkan dukungan 8,8% dalam simulasi semi terbuka. Sementara pada 3 tahun sebelum pemilihan presiden Juli 2014, yakni pada survei Juni 2011, dukungan pada Jokowi baru 2%.
Lalu, Mei 2022, atau sekitar 2 tahun menjelang pemilihan 2024, dukungan pada Ganjar sudah mencapai 22,5%, sementara dukungan pada Jokowi di Desember 2012 (sekitar 2 tahun menjelang pemilihan 2014) masih sekitar 12,8%.
Baca juga: Survei Poltracking Sebut Erick Thohir Ungguli AHY sebagai Cawapres Pilihan Rakyat
"Dibandingkan menjelang hari H pemilihan tahun 2014 ketika tidak ada petahana, dalam jarak waktu yang kurang lebih sama, elektabilitas Ganjar lebih baik dari Jokowi," ungkap Deni.
Lihat Juga :