Kisah Hartini Soekarno, Setia Temani Bung Karno hingga Ajal Menjemputnya
Selasa, 07 Juni 2022 - 20:51 WIB
Pada 1953, Soekarno meminta izin kepada istrinya, Fatmawati perihal keinginannya mempersunting Hartini. Dalam hal ini, Fatmawati memberinya izin. Hanya saja, tindakan Bung Karno ini menuai berbagai protes, khususnya dari organisasi wanita seperti Perwari.
Akhirnya mereka menikah dan pernikahannya sendiri dilangsungkan di Istana Cipanas. Setelah resmi menikah, Hartini menjadi sosok yang cukup berpengaruh pada Soekarno. Terlebih, saat kondisi Soekarno yang terpuruk kala gejolak revolusi menerjang Indonesia.
Hartini Soekarno menjadi saksi mata ketika suaminya tersebut menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR) dengan berat hati. Setelah turunnya Bung Karno dari kursi kepemimpinan, Hartini tetap setia menemani suaminya. Padahal, setelahnya Soekarno sempat menikah kembali dengan wanita lain. Namun, dia tetap setia dan menerima keadaan dengan lapang dada.
Baca juga : Istri Mantan Ajudan Presiden Soekarno yang Sakit Keras Pernah Dibantu Prabowo Subianto
Dikutip dari Perpusnas RI, Hartini Soekarno menemani Bung Karno sampai ajalnya menjemput. Sekitar 16 tahun bersama, dia tidak pernah berpaling atau melalaikan kewajibannya sebagai istri.
Akhirnya mereka menikah dan pernikahannya sendiri dilangsungkan di Istana Cipanas. Setelah resmi menikah, Hartini menjadi sosok yang cukup berpengaruh pada Soekarno. Terlebih, saat kondisi Soekarno yang terpuruk kala gejolak revolusi menerjang Indonesia.
Hartini Soekarno menjadi saksi mata ketika suaminya tersebut menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR) dengan berat hati. Setelah turunnya Bung Karno dari kursi kepemimpinan, Hartini tetap setia menemani suaminya. Padahal, setelahnya Soekarno sempat menikah kembali dengan wanita lain. Namun, dia tetap setia dan menerima keadaan dengan lapang dada.
Baca juga : Istri Mantan Ajudan Presiden Soekarno yang Sakit Keras Pernah Dibantu Prabowo Subianto
Dikutip dari Perpusnas RI, Hartini Soekarno menemani Bung Karno sampai ajalnya menjemput. Sekitar 16 tahun bersama, dia tidak pernah berpaling atau melalaikan kewajibannya sebagai istri.
Lihat Juga :