Politisi Lintas Partai Hadiri Halalbihalal Alumni HMI di Bandung
Sabtu, 28 Mei 2022 - 17:47 WIB
Ahmad Doli Kurnia yang juga Ketua Komisi II DPR RI mengatakan, silaturrahmi alumni HMI hendaknya tidak hanya dijalani secara seremonial, namun harus dibangun lebih produktif untuk memperkuat agenda umat. Wujud komitmen keumatan salah satunya dengan cara memilih para pemimpin bangsa (mulai dari presiden, wapres, anggota legislatif dan kepala daerah) yang tidak menghadap-hadapkan dan mempertentangkan umat Islam dengan kelompok lain.
"HMI sudah terlatih menjaga dan mengawal komitmen kebangsaan dan keumatan dalam dinamika politik di Indonesia. Oleh karenanya sudah waktunya alumni HMI menjadi lokomotif dalam menjalankan peran-peran kebangsaan di negeri ini," kata Ahmad Doli Kurnia, yang saat ini juga menjabat sebagai Koordinator Presidum KAHMI Nasional.
Pada bagian lain, Ferry Kurnia Rizkiansyah mengingatkan bahwa saat ini kita sedang berada dalam era disrupsi teknologi. Dimana perubahan fundamental terjadi akibat perkembangan sistem teknologi digital.
"Dalam forum-forum silaturrahmi alumni ini kita harus mengedukasi masyarakat, utamanya alumni HMI dengan berbagai literasi digital, sehingga dampak buruk dari disrupsi teknologi bisa dipahami dan dihindari," ucap Waketum Partai Perindo yang juga Komisioner KPU Pusat periode 2012-2017 ini.
"HMI sudah terlatih menjaga dan mengawal komitmen kebangsaan dan keumatan dalam dinamika politik di Indonesia. Oleh karenanya sudah waktunya alumni HMI menjadi lokomotif dalam menjalankan peran-peran kebangsaan di negeri ini," kata Ahmad Doli Kurnia, yang saat ini juga menjabat sebagai Koordinator Presidum KAHMI Nasional.
Pada bagian lain, Ferry Kurnia Rizkiansyah mengingatkan bahwa saat ini kita sedang berada dalam era disrupsi teknologi. Dimana perubahan fundamental terjadi akibat perkembangan sistem teknologi digital.
"Dalam forum-forum silaturrahmi alumni ini kita harus mengedukasi masyarakat, utamanya alumni HMI dengan berbagai literasi digital, sehingga dampak buruk dari disrupsi teknologi bisa dipahami dan dihindari," ucap Waketum Partai Perindo yang juga Komisioner KPU Pusat periode 2012-2017 ini.
(muh)
Lihat Juga :