Libatkan Masyarakat Cegah Covid-19, Polri Dirikan Sederetan Kampung Sehat
Senin, 22 Juni 2020 - 09:14 WIB
Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) juga memiliki kampung cegah Covid-19 bernama 'Desa Pantang Mundur' (Lewu Isen Mulang). Pendirian ‘Desa Pantang Mundur’ ini dilakukan lantaran penyebaran pandemi sangat berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi serta budaya.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kata 'Lewu Isen Mulang' mengandung makna ketangguhan dan keuletan masyarakat suku Dayak dalam menghadapi tantangan dinamika pembangunan. Dedi sangat optimistis dengan didirikannya Lewu Isen Mulang bisa menimbulkan kembali semangat masyarakat dalam menghadapi virus Corona.
Hal yang sama juga dilakukan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka mendirikan yang diberi nama 'Kampung Sehat'. Sebanyak 1.136 desa atau kampung dilibatkan dalam program ini.
Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, 'Kampung Sehat' mengajak peran aktif masyarakat memutus rantai penyebaran Covid-19. Kata 'Sehat', kata Iqbal mengandung singkatan steril, ekonomi produktif, harmonis, asri dan tangguh.
Untuk menarik minat warga, Iqbal menuturkan pembentukan 'Kampung Sehat' diperlombakan agar membangkitkan jiwa kompetitif masyarakat.
Kampung cegah Covid-19 lainnya milik Polda Jawa Tengah (Jateng). Kampung tersebut diberi nama 'Kampung Siaga Covid-19'.
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfi mengatakan, Kampung Siaga Covid-19 ini merupakan role model yang bisa diaplikasi dimana saja dengan memberdayakan potensi masyarakat dan solidaritas sosial.
Lutfi menekankan, berbagai pihak yang terlibat terutama masyarakat mampu melaksanakan edukasi protokol kesehatan Covid-19 dan menciptakan empathy building dan social bonding.
Saat ini sebanyak 285 Kampung Siaga Covid-19 yang tersebar di 35 daerah di Jateng sudah terbentuk.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kata 'Lewu Isen Mulang' mengandung makna ketangguhan dan keuletan masyarakat suku Dayak dalam menghadapi tantangan dinamika pembangunan. Dedi sangat optimistis dengan didirikannya Lewu Isen Mulang bisa menimbulkan kembali semangat masyarakat dalam menghadapi virus Corona.
Hal yang sama juga dilakukan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka mendirikan yang diberi nama 'Kampung Sehat'. Sebanyak 1.136 desa atau kampung dilibatkan dalam program ini.
Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, 'Kampung Sehat' mengajak peran aktif masyarakat memutus rantai penyebaran Covid-19. Kata 'Sehat', kata Iqbal mengandung singkatan steril, ekonomi produktif, harmonis, asri dan tangguh.
Untuk menarik minat warga, Iqbal menuturkan pembentukan 'Kampung Sehat' diperlombakan agar membangkitkan jiwa kompetitif masyarakat.
Kampung cegah Covid-19 lainnya milik Polda Jawa Tengah (Jateng). Kampung tersebut diberi nama 'Kampung Siaga Covid-19'.
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfi mengatakan, Kampung Siaga Covid-19 ini merupakan role model yang bisa diaplikasi dimana saja dengan memberdayakan potensi masyarakat dan solidaritas sosial.
Lutfi menekankan, berbagai pihak yang terlibat terutama masyarakat mampu melaksanakan edukasi protokol kesehatan Covid-19 dan menciptakan empathy building dan social bonding.
Saat ini sebanyak 285 Kampung Siaga Covid-19 yang tersebar di 35 daerah di Jateng sudah terbentuk.
Lihat Juga :