Dekat dengan Dunia Olahraga dan Digital, Erick Thohir Populer di Pemilih Milenial
Rabu, 27 April 2022 - 16:37 WIB
"Namun hasil ini belum menunjukan pada pola yang pasti untuk calon pemimpin Nasional. Ini menunjukan generalisasi masyarakat terhadap masalah atau isu yang saat ini berkembang dan dihubungkan dengan figur calon pemimpin Nasional tersebut. Saya melihat ke depan potensi nama-nama lain untuk masuk bursa calon pemimpin nasional masih terbuka luas. Sehingga hasil survei yang dibuat oleh lembagai survei merupakan pemetaan awal," ungkap Wasisto Rabu (27/4/2022).
Baca juga: Erick Thohir Dinilai Bisa Jadi Penentu di Pilpres 2024
Selain itu, nama Prabowo Subianto yang kerap muncul di hasil berbagai lembaga survei menurut Wasis sebagai suatu keinginan sebagian masyarakat yang menginginkan kombinasi sosok militer dan sipil. Menurutnya, kombinasi militer dan sipil saat ini belum menjadi pakem baku di politik Indonesia. Sebab politik di Indonesia cenderung dinamis.
Menurut Wasis kecenderungan masyarakat memilih figur militer dan sipil dilatarbelakangi kepemimpinan Nasional sebelumnya. Di era Soeharto berasal dari militer. Selanjutnya masyarakat menginginkan sosok sipil dan muncul BJ Habibie.
Setelah sipil berkuasa hingga Megawati Soekarnoputri, sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari militer menggantikannya. Setelah era militer Susilo Bambang Yudoyono, muncul sosok sipil Joko Widodo (Jokowi). "Sehingga masyarakat berusaha berfikir komparatif antara situasi sekarang dan masa mendatang ketika dipimpin oleh calon dari militer atau sipil. Pola seperti ini akan selalu ada dan tak bisa diabaikan dinaminyanya di masyarakat,"ungkap Wasis.
Baca juga: Erick Thohir Dinilai Bisa Jadi Penentu di Pilpres 2024
Selain itu, nama Prabowo Subianto yang kerap muncul di hasil berbagai lembaga survei menurut Wasis sebagai suatu keinginan sebagian masyarakat yang menginginkan kombinasi sosok militer dan sipil. Menurutnya, kombinasi militer dan sipil saat ini belum menjadi pakem baku di politik Indonesia. Sebab politik di Indonesia cenderung dinamis.
Menurut Wasis kecenderungan masyarakat memilih figur militer dan sipil dilatarbelakangi kepemimpinan Nasional sebelumnya. Di era Soeharto berasal dari militer. Selanjutnya masyarakat menginginkan sosok sipil dan muncul BJ Habibie.
Setelah sipil berkuasa hingga Megawati Soekarnoputri, sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari militer menggantikannya. Setelah era militer Susilo Bambang Yudoyono, muncul sosok sipil Joko Widodo (Jokowi). "Sehingga masyarakat berusaha berfikir komparatif antara situasi sekarang dan masa mendatang ketika dipimpin oleh calon dari militer atau sipil. Pola seperti ini akan selalu ada dan tak bisa diabaikan dinaminyanya di masyarakat,"ungkap Wasis.
Lihat Juga :