Cegah Klaster Baru, Tingkatkan Tes dan Pelacakan COVID-19 di Pasar Tradisional

Kamis, 18 Juni 2020 - 09:39 WIB
Dia menerangkan jika pasar menjadi titik penyebaran baru, dampaknya akan luar biasa. Bukan hanya upaya penanggulangan COVID-19 yang akan menjadi lebih berat tapi efek sosial dan ekoniminya juga tak kalah berat.

Pasar menjadi titik krusial. Temuan satu atau beberapa positif akan langsung dilakukan penutupan. Ini akan menyulitkan dalam pelacakannya karena di sini pedagang dan pembeli berinteraksi dengan dekat. Penutupan juga akan mengganggu pasokan bahan pokok dan roda ekonomi pedagang.

Pencegahan, menurut Fahira, akan membuat biaya ekonomi dan sosialnya lebih murah. Beberapa daerah sangat agresif melakukan tes dan pelacakan COVID-19 di pasar-pasar tradisional. (Baca juga: Angka Kasus Positif Covid-19 Indonesia Tertinggi di ASEAN)

“Juga Penerapan protokol kesehatan yang ketat bagi pedagang dan pengunjung. Selain itu, ada inisiatif belanja secara daring hingga penerapan sistem ganjil-genap bagi pedagang. Upaya-upaya ini diharapkan berkesinambungan sehingga pasar menjadi area yang paling aman,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!