Soal Putin di KTT G20, Pakar: Indonesia Harus Bela Kepentingan Sendiri

Kamis, 31 Maret 2022 - 21:28 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin, melalui kedutaan besar Rusia untuk Indonesia menyatakan dirinya dipastikan hadir pada KTT G20 di Bali. Sontak pernyataan tersebut menuai respon dari berbagai negara, terutama Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

AS dan sekutunya meminta Indonesia menolak kedatangan Rusia pada KTT G20. Permintaan tersebut merupakan buntut dari perang Rusia-Ukraina .

G20 merupakan forum internasional yang berfokus pada koordinasi kebijakan di bidang ekonomi dan pembangunan. G20 merepresentasikan kekuatan ekonomi dan politik dunia. Terdapat tiga sektor prioritas yang dinilai menjadi kunci bagi pemulihan yang kuat dan berkelanjutan, salah satunya penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi digital dan transisi energi.

Wahyu Wicaksana yang juga dosen departemen hubungan internasional Universitas Airlangga menjelaskan, keliru bila mayoritas masyarakat Indonesia menganggap arti bebas aktif itu adalah nonblok.

“Politik luar negeri Indonesia bebas aktif. Bebas artinya independen dalam menentukan sikap, tidak didikte oleh kekuatan manapun terutama pihak asing. Aktif artinya Indonesia harus sergap dalam memperjuangkan kepentingan bangsa bukan yang lain. Selama ini keliru, bebas aktif berarti non blok,” ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!