MotoGP Mandalika Lancar, Ketua Komisi X : Sejarah Baik Indonesia
Selasa, 22 Maret 2022 - 16:53 WIB
Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo (tengah) berbincang bersama Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda (kiri) di sela perhelatan MotoGP Mandalika, Minggu (20/3/2022).
JAKARTA - Keberhasilan menyelenggarakan event MotoGP Mandalika 2022 dinilai sebagai sejarah baik bagi Indonesia. Kendati demikian masih ada pekerjaan rumah agar Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika benar-benar menjadi salah satu pusat balapan dunia. (Baca Juga :Pawang Hujan saat MotoGP Mandalika, BMKG: Kearifan Lokal dan Ilmiah Tak Bisa Dicampur Aduk)
“Secara umum kami menilai gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika berjalan sukses. Tidak ada keluhan berarti dari Dorna, para rider, maupun kru paddock. Ini tentu menjadi capaian besar bagi Indonesia, meskipun ada banyak hal yang harus diperbaiki” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Selasa (22/3/2022).
Dia mengatakan keberhasilan Indonesia menggelar event sport internasional di tengah pandemi merupakan hal luar biasa. Dengan persiapan yang serba terbatas baik karena adanya pembatasan sosial, penurunan pertumbuhan ekonomi, hingga tarik ulur kepastian Indonesia masuk kalender MotoGP 2022, keberhasilan menyelenggarakan event menjadi capaian besar. “Harus diakui persiapan penyelenggaraan event cukup singkat. Sejak dimulai proses pembangunan sirkuit September 2019, maka bisa dibilang event ini hanya dipersiapkan intensif selama dua setengah tahun terakhir,” katanya .(Baca Juga :MotoGP Usai, Penyelenggara Evaluasi Perbaikan Tranportasi dan Akomodasi)
“Secara umum kami menilai gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika berjalan sukses. Tidak ada keluhan berarti dari Dorna, para rider, maupun kru paddock. Ini tentu menjadi capaian besar bagi Indonesia, meskipun ada banyak hal yang harus diperbaiki” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Selasa (22/3/2022).
Dia mengatakan keberhasilan Indonesia menggelar event sport internasional di tengah pandemi merupakan hal luar biasa. Dengan persiapan yang serba terbatas baik karena adanya pembatasan sosial, penurunan pertumbuhan ekonomi, hingga tarik ulur kepastian Indonesia masuk kalender MotoGP 2022, keberhasilan menyelenggarakan event menjadi capaian besar. “Harus diakui persiapan penyelenggaraan event cukup singkat. Sejak dimulai proses pembangunan sirkuit September 2019, maka bisa dibilang event ini hanya dipersiapkan intensif selama dua setengah tahun terakhir,” katanya .(Baca Juga :MotoGP Usai, Penyelenggara Evaluasi Perbaikan Tranportasi dan Akomodasi)
Lihat Juga :