BMKG Imbau Jatim, Bali, NTB, dan NTT Waspada Siklon Tropis

Jum'at, 18 Maret 2022 - 14:49 WIB
“Dan ini diindikasikan dengan pola sirkulasi dan kecepatan angin di sekitar sistem hingga lebih 25 knot ada sekitar 46 Km. Nah, kategori siklon ini minimal kalau kita berubah menjadi siklon ini 35 knot ya atau 65 km per jam,” kata Guswanto.

Baca juga: Dampak Perubahan Iklim, Badai Siklon Tropis Ancam 4 Kota Besar Dunia

Guswanto menambahkan, bibit siklon tropis ini akan berdampak tidak langsung terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. “Kemudian pada saat sekarang dampak tidak langsung potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat angin kencang gelombang tinggi tiga hari ke depan perlu diwaspadai di NTT, NTB, Bali, Jatim dan beberapa ada sirkulasi yang lain ya misalkan kita lihat juga Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan tapi ini sirkulasi yang lain. Kalau khusus hal ini yang perlu yang diwaspadai hal ini di NTT, NTB, Bali dan Jatim,” tegas guswanto.

Guswanto menjelaskan, siklon tropis yang berkembang pada saat November hingga April biasanya berada di wilayah selatan.

“Kalau kita melihat bulan November sampai April itu musim siklon itu bergeser ke arah selatan. Kalau di utara biasanya sebelumnya di bulan-bulan Oktober, September seterusnya ya. Kemudian kami dari Tropical Cyclone Warning Center Jakarta ini tetap terus melakukan pemantauan perkembangan terhadap siklon tropis ini. Itu tentang siklon tropis,” paparnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!