6 Wapres Era Soeharto: Sri Sultan HB IX hingga Habibie
Sabtu, 12 Maret 2022 - 06:46 WIB
3. Umar Wirahadikusumah
Umar Wirahadikusumah lahir di Situraja, Sumedang, Jawa Barat, 10 Oktober 1924. Jauh sebelum menjadi wapres RI pada 1983-1988, Umar yang berlatar belakang tentara pernah menjadi Panglima Kostrad.
Dikutip dari kostrad.mil.id, Umar Wirahadikusumah menjadi Pangkostrad sejak 2 Desember 1965 sampai dengan 17 April 1967. Dia adalah Pangkostrad kedua setelah Mayor Jenderal TNI Soeharto.
Karier militernya makin meroket setelah menjadi Wakil Panglima Angkatan Darat (Wapangad) (1967-1969). Jabatan Kepala Staf AD pada Desember 1969-April 1973 menjadi puncak karier militernya.
Baca juga: Umar Wirahadikusumah, Mantan Pangkostrad yang Menjadi Wapres ke-4 RI
Setelah itu, putra dari Raden Rangga Wirahadikusumah dan Raden Ratnaringrum ini menjabat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 10 tahun (1973-l983). Kemudian, pada Jumat, 11 Maret 1983 suami dari Siti Karlinah ini terpilih dan dilantik menjadi Wakil Presiden RI 1983-1988 mendampingi Presiden Soeharto.
Umar Wirahadikusumah meninggal dunia 21 Maret 2003 di Rumah Sakit Pusat TNI-AD Gatot Soebroto. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
4. Sudharmono
Pria yang akrab dipanggil Pak Dharmono ini lahir di Gresik, Jawa Timur, 12 Maret 1927. Sudharmono merupakan Wapres RI 1988-1993.
Berlatar belakang militer, Sudharmono memulai kiprahnya sejak zaman Perang Kemerdekaan, di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sudharmono bergabung dengan Divisi Ronggolawe, berpangkat kapten.
Setelah perang, Sudharmono menimba ilmu di Perguruan Tinggi Hukum Militer (PTHM) pada 1962, hingga meraih gelar Sarjana Hukum. Setelah itu, dia sempat bertugas sebagai jaksa tentara.
Sebelum menjadi Wapres, Sudharmono merupakan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Sudharmono juga memimpin Golkar pada 1983-1988.
Dikutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, saat menjabat wapres, Sudharmono membentuk Tromol Pos 5000 sebagai sarana pengawasan masyarakat.
Sudharmono meninggal dunia pada 25 Januari 2006 setelah menjalani perawatan selama dua pekan di Rumah Sakit MMC, Jakarta. Keesokan harinya, jenazah Sudharmono dimakamkan di TMP Kalibata dengan pimpinan upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
5. Try Sutrisno
Umar Wirahadikusumah lahir di Situraja, Sumedang, Jawa Barat, 10 Oktober 1924. Jauh sebelum menjadi wapres RI pada 1983-1988, Umar yang berlatar belakang tentara pernah menjadi Panglima Kostrad.
Dikutip dari kostrad.mil.id, Umar Wirahadikusumah menjadi Pangkostrad sejak 2 Desember 1965 sampai dengan 17 April 1967. Dia adalah Pangkostrad kedua setelah Mayor Jenderal TNI Soeharto.
Karier militernya makin meroket setelah menjadi Wakil Panglima Angkatan Darat (Wapangad) (1967-1969). Jabatan Kepala Staf AD pada Desember 1969-April 1973 menjadi puncak karier militernya.
Baca juga: Umar Wirahadikusumah, Mantan Pangkostrad yang Menjadi Wapres ke-4 RI
Setelah itu, putra dari Raden Rangga Wirahadikusumah dan Raden Ratnaringrum ini menjabat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 10 tahun (1973-l983). Kemudian, pada Jumat, 11 Maret 1983 suami dari Siti Karlinah ini terpilih dan dilantik menjadi Wakil Presiden RI 1983-1988 mendampingi Presiden Soeharto.
Umar Wirahadikusumah meninggal dunia 21 Maret 2003 di Rumah Sakit Pusat TNI-AD Gatot Soebroto. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
4. Sudharmono
Pria yang akrab dipanggil Pak Dharmono ini lahir di Gresik, Jawa Timur, 12 Maret 1927. Sudharmono merupakan Wapres RI 1988-1993.
Berlatar belakang militer, Sudharmono memulai kiprahnya sejak zaman Perang Kemerdekaan, di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sudharmono bergabung dengan Divisi Ronggolawe, berpangkat kapten.
Setelah perang, Sudharmono menimba ilmu di Perguruan Tinggi Hukum Militer (PTHM) pada 1962, hingga meraih gelar Sarjana Hukum. Setelah itu, dia sempat bertugas sebagai jaksa tentara.
Sebelum menjadi Wapres, Sudharmono merupakan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Sudharmono juga memimpin Golkar pada 1983-1988.
Dikutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, saat menjabat wapres, Sudharmono membentuk Tromol Pos 5000 sebagai sarana pengawasan masyarakat.
Sudharmono meninggal dunia pada 25 Januari 2006 setelah menjalani perawatan selama dua pekan di Rumah Sakit MMC, Jakarta. Keesokan harinya, jenazah Sudharmono dimakamkan di TMP Kalibata dengan pimpinan upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
5. Try Sutrisno
Lihat Juga :