Surya Paloh Nyatakan Tak Yakin Ada Reshuffle Kabinet
Kamis, 10 Maret 2022 - 18:21 WIB
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengaku tak yakin Presiden Jokowi bakal melakukan reshuffle kabinet. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Wacana perombakan (reshuffle) kabinet kembali mencuat. Ini terjadi setelah PKB membocorkan soal rencana reshuffle kabinet terebut pada akhir Maret. Presiden Jokowi disebut-sebut akan memberikan kursi menteri dan wakil menteri untuk PAN.
Namun Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan hal yang sebaliknya. "Saya nggak yakin ada reshuffle," kata Surya Paloh dalam jumpa persnya usai bertemu Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (10/3/2022).
Baca juga: Menakar Sinyal Reshuffle
Menurut dia, tidak ada alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pengocokan ulang di kabinetnya selama pemerintahannya masih berjalan efektif sebagaimana mestinya.
"Kecuali Presiden yang memberikan hak prerogatif merombak kabinetnya (karena) merasa ada sesuatu yang tidak tepat fungsi dan peran," ujarnya.
Kendati demikian, di luar pandangannya ini, Surya Paloh tak ingin berspekulasi lebih jauh ihwal kebenaran adanya wacana reshuffle kabinet tersebut. "Kembali ke hak prerogatif presiden," tutur dia
Namun Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan hal yang sebaliknya. "Saya nggak yakin ada reshuffle," kata Surya Paloh dalam jumpa persnya usai bertemu Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (10/3/2022).
Baca juga: Menakar Sinyal Reshuffle
Menurut dia, tidak ada alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pengocokan ulang di kabinetnya selama pemerintahannya masih berjalan efektif sebagaimana mestinya.
"Kecuali Presiden yang memberikan hak prerogatif merombak kabinetnya (karena) merasa ada sesuatu yang tidak tepat fungsi dan peran," ujarnya.
Kendati demikian, di luar pandangannya ini, Surya Paloh tak ingin berspekulasi lebih jauh ihwal kebenaran adanya wacana reshuffle kabinet tersebut. "Kembali ke hak prerogatif presiden," tutur dia
(muh)
Lihat Juga :