Masalah Lingkungan Hidup, Indonesia Usung 3 Isu Prioritas di EDM-CSW

Selasa, 01 Maret 2022 - 20:12 WIB
Dijelaskan Siti, tiga isu prioritas dan misi-misi utama EDM-CSWG akan dibahas dan dirumuskan menjadi komitmen kolektif G20 melalui adopsi suatu Komunike Menteri-Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim G20 sebagai dokumen utama hasil pertemuan.

Komunike ini direncanakan akan diadopsi pada Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim G20 yang akan diselenggarakan pada 31 Agustus 2022 di Bali, Indonesia.

Adapun pembahasan substansi dan elemen dari Komunike akan diselenggarakan dalam tiga pertemuan tingkat Deputi/Direktur Jenderal Anggota G20 yang akan dilaksanakan secara berurutan di Yogyakarta pada 21-24 Maret 2022; di Jakarta pada 19-21 Juni 2022; dan di Bali pada 29-30 Agustus 2022. Rangkaian pertemuan EDM-CSWG kata Menteri Siti Nurbaya, tidak hanya akan dihadiri oleh anggota G20.

Pemerintah Indonesia juga turut mengundang Spanyol sebagai negara udangan permanen, Belanda, Singapura, Fiji, Belize, Senegal, Rwanda, dan Uni Emirat Arab. Fiji diundang sebagai representasi negara berkembang dan negara kepulauan, sedangkan Belize, Senegal, Rwanda, sebagai representasi kemajukan negara-negara di benua afrika. Selain negara, sejumlah organisasi internasional juga akan terlibat dalam pertemuan EDM-CSWG antara lain UNEP, FAO, IFAD, UNDP, dan ASEAN.

Menurut Siti Nurbaya, mengingat isu-isu di dalam EDM-CSWG sangat terkait dengan agenda lainnya, maka akan dilakukan berbagai joint workshop dengan beberapa Working Groups dan Engagement Groups seperti misalnya dengan Energy Transition Working Group, Sustainable Finance Working Group, Business 20 (B20), Think 20 (T20), Youth 20 (Y20) dan sebagainya.

"Indonesia juga bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional untuk dapat mencapai hasil yang telah direncanakan dari pertemuan EDM-CSWG yaitu leading towards global sustainability," ujarnya.

Forum G20 merupakan forum dunia dan dalam Presidensi G20 tahun 2022 ini, kita menunjukkan bahwa Indonesia memiliki arti bagi dunia, terutama dalam konteks Environment and Climate Sustainability, karena kita bangsa pekerja, pemikir, antisipatif, inovatif, responsif.

Semua keberhasilan kerja sektor lingkungan, kehutanan dan pengendalian perubahan iklim merupakan hasil kerja keras semua pihak, unsur-unsur struktur negara dan elemen bangsa seperti, eksekutif, legislatif, judiciary, masyarakat, akademisi, aktivis, jurnalis, dunia usaha, Komunitas, masyarakat adat, juga dukungan kerjasama yang baik negara sahabat dan multilateral.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!